Penjualan Sukuk Ritel SR020 Diprediksi Melampaui Rp 20 Triliun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Masa penawaran Sukuk Ritel seri SR020 telah dibuka, sejak tanggal 1 Maret hingga 27 Maret 2024. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini diperkirakan masih mampu mencatatkan penjualan di atas Rp 20 triliun.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah meyakini, animo masyarakat terhadap SR020 masih cukup tinggi. Sehingga, capaian penjualan SR020 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan SBN Ritel sebelumnya yang sudah ditawarkan.

Adapun kuota penjualan awal SR020 ditetapkan sebesar Rp 15 triliun. Kuota penjualan untuk tenor 3 tahun (SR020T3) sebesar Rp10 triliun, sedangkan kuota penjualan untuk tenor 5 tahun (SR020T5) sebanyak Rp 5 triliun.


Sementara itu, ORI025 sebagai SBN ritel perdana tahun 2024 meraup penjualan sebesar Rp 23,92 triliun. Seri sukuk ritel sebelumnya yakni SR019 mencatatkan penjualan sebesar Rp 25,33 triliun yang ditawarkan tahun lalu.

“SR020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang risikonya relatif sangat kecil dan memiliki karakteristik yang menguntungkan bagi investor ritel,” ungkap Dwi kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Baca Juga: Sukuk Ritel SR020 Ditawarkan Jumat (1/3) Besok, Besaran Kupon 6,30% dan 6,40%

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA selaku mitra distribusi (midis) menyambut baik penerbitan SR020. Instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel tersebut dinilai merupakan wujud kontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hera melihat, SR020 memiliki berbagai kelebihan seperti sifat kupon tetap (fixed rate) yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan berpotensi mengalami kenaikan harga. Sehingga, SR020 dapat menghasilkan capital gain, ketika Bank Indonesia (BI) mulai menurunkan suku bunga.

Di samping itu, instrumen sukuk ritel juga memiliki fleksibilitas karena dapat dijadikan agunan kredit modal kerja dan kredit lainnya seperti di BCA. Oleh karena itu, BCA optimistis SR020 akan diminati masyarakat seiring meningkatnya literasi, serta melihat penawaran instrumen SBN Ritel sebelumnya selalu diminati pasar.

“Kami melihat penjualan SR020 akan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Hera kepada Kontan.co.id, Jumat (1/3).

Chief Dealer Fixed Income & Derivatives PT Bank Negara Indonesia (BNI) Fudji Rahardjo, cukup optimis terhadap penawaran SR020. Instrumen investasi syariah tersebut dipandang masih menawarkan imbal hasil alias kupon yang kompetitif.

Seperti diketahui, SR020 ditawarkan dalam dua pilihan jangka waktu investasi yakni tenor 3 tahun (SR020T3) dan tenor 5 tahun (SR020T5), dengan besaran imbalan masing-masing yaitu 6,30% per tahun dan 6,40% per tahun.

“Ada kemungkinan penjualan SR020 bisa diatas Rp15 triliun – Rp 20 triliun karena memang imbal hasil cukup tinggi,” kata Fudji kepada Kontan.co.id, Minggu (3/3).

Menurut Fudji, saat ini kondisi pasar dinilai cukup stabil selepas dilaksanakannya pemilihan umum (pemilu) pada 14 Februari lalu. Namun antisipasi dari inflasi musiman menjelang bulan puasa tetap perlu diperhitungkan.

Oleh karena itu pula, Dia memperkirakan penjualan SBN ritel di sepanjang tahun ini masih akan tetap tinggi. Optimisme tersebut mengingat tingkat suku bunga cenderung masih dalam kondisi puncaknya, sehingga diharapkan berdampak pada imbal hasil SBN Ritel yang menarik untuk investor.

Baca Juga: Berakhir Hari Ini, Total Penjualan ORI025 Sebesar Rp 23,9 Triliun

Fudji memproyeksi penawaran SBN ritel di tahun ini mampu menghimpun penjualan berkisar Rp150 triliun. Jumlah tersebut dipatok tidak jauh berbeda dari capaian penjualan SBN ritel di sepanjang tahun lalu yang sebesar Rp147,4 triliun.

Dwi Irianti juga masih memandang positif penerbitan SBN Ritel di tahun 2024. Hal itu sebagaimana capaian penerbitan tahun 2023 yang menunjukkan hasil cukup baik di tengah kondisi pasar yang relatif belum stabil.

“Pemerintah cukup optimis bahwa minat investor ritel domestik terhadap SBN Ritel, baik SUN Ritel maupun SBSN Ritel, pada tahun 2024 masih tinggi,” imbuh Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat