KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan tablet di Indonesia terus menunjukkan tren positif. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat, penjualan tablet naik lebih dari 35% secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang semester I-2026. Kinerja tersebut didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap perangkat, yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan produktivitas sekaligus hiburan dengan harga yang lebih kompetitif. Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group Amelia Allen mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan tablet semakin diterima sebagai perangkat yang dapat menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Selain menawarkan fleksibilitas, tablet juga hadir dengan pilihan harga yang semakin beragam sehingga mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Menurut Amelia, permintaan saat ini masih didominasi tablet dengan harga di bawah Rp 5 juta. Segmen tersebut menawarkan keseimbangan antara harga dan fitur, sehingga menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan perangkat untuk belajar, bekerja, maupun menikmati hiburan. Baca Juga: Freeport Minta Perpanjangan IUPK Setelah 2041, Begini Urgensinya Di sisi lain, permintaan terhadap tablet premium juga terus meningkat. Amelia menilai, perkembangan teknologi membuat tablet kelas atas kini memiliki kemampuan yang semakin baik untuk mendukung aktivitas produktivitas. "Tablet premium dengan dukungan aksesori seperti keyboard mampu menjadi alternatif perangkat kerja yang lebih ringan dan portabel dibandingkan notebook," ujarnya. Meski demikian, Erajaya mengakui industri elektronik masih menghadapi tantangan dari sisi pasokan komponen. Menurut Amelia, keterbatasan pasokan RAM maupun chipset berpotensi meningkatkan biaya produksi. Namun, apabila terjadi penyesuaian harga, perusahaan memperkirakan kenaikannya masih bersifat moderat dan hanya diterapkan pada model tertentu dengan mempertimbangkan daya beli konsumen. Untuk menjaga penjualan tetap tumbuh, Erajaya juga mengandalkan berbagai program pembiayaan yang lebih fleksibel. Perusahaan menyediakan fasilitas cicilan kartu kredit, pembiayaan melalui lembaga nonbank, hingga program trade-in agar konsumen tetap memiliki akses terhadap perangkat terbaru tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
Penjualan Tablet Erajaya Tumbuh Lebih dari 35%, Segmen Rp 5 Juta Paling Diminati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan tablet di Indonesia terus menunjukkan tren positif. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat, penjualan tablet naik lebih dari 35% secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang semester I-2026. Kinerja tersebut didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap perangkat, yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan produktivitas sekaligus hiburan dengan harga yang lebih kompetitif. Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group Amelia Allen mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan tablet semakin diterima sebagai perangkat yang dapat menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Selain menawarkan fleksibilitas, tablet juga hadir dengan pilihan harga yang semakin beragam sehingga mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Menurut Amelia, permintaan saat ini masih didominasi tablet dengan harga di bawah Rp 5 juta. Segmen tersebut menawarkan keseimbangan antara harga dan fitur, sehingga menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan perangkat untuk belajar, bekerja, maupun menikmati hiburan. Baca Juga: Freeport Minta Perpanjangan IUPK Setelah 2041, Begini Urgensinya Di sisi lain, permintaan terhadap tablet premium juga terus meningkat. Amelia menilai, perkembangan teknologi membuat tablet kelas atas kini memiliki kemampuan yang semakin baik untuk mendukung aktivitas produktivitas. "Tablet premium dengan dukungan aksesori seperti keyboard mampu menjadi alternatif perangkat kerja yang lebih ringan dan portabel dibandingkan notebook," ujarnya. Meski demikian, Erajaya mengakui industri elektronik masih menghadapi tantangan dari sisi pasokan komponen. Menurut Amelia, keterbatasan pasokan RAM maupun chipset berpotensi meningkatkan biaya produksi. Namun, apabila terjadi penyesuaian harga, perusahaan memperkirakan kenaikannya masih bersifat moderat dan hanya diterapkan pada model tertentu dengan mempertimbangkan daya beli konsumen. Untuk menjaga penjualan tetap tumbuh, Erajaya juga mengandalkan berbagai program pembiayaan yang lebih fleksibel. Perusahaan menyediakan fasilitas cicilan kartu kredit, pembiayaan melalui lembaga nonbank, hingga program trade-in agar konsumen tetap memiliki akses terhadap perangkat terbaru tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
TAG: