Penjualan Tesla di Pasar Utama Eropa Turun, Tetapi Catat Rekor di Norwegia



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pejualan Tesla turun di beberapa pasar utama Eropa pada bulan Desember, tetapi melonjak di Norwegia, mengkonfirmasi tren rekor penjualan di pelopor EV Eropa. Sementara itu, Tesla mengalami penurunan penjualan di seluruh wilayah Eropa pada tahun 2025.

Mengutip Reuters, Jumat 2/1/2026), merek mobil listrik (EV) milik Elon Musk ini mengalami perlambatan penjualan di Eropa sejak akhir tahun 2024 karena persaingan yang semakin ketat, jajaran produk yang sudah tua, dan protes terhadap pujian publik Musk terhadap tokoh-tokoh politik sayap kanan Eropa. 

Tesla juga diperkirakan akan melaporkan penurunan tajam dalam angka pengiriman global kuartal keempat pada hari Jumat.


Baca Juga: Mengintip Program S$300 CDC Vouchers, Bantuan Biaya Hidup Bagi Warga Singapura

Meskipun telah meluncurkan versi yang lebih murah dari Tesla Model Y dan Model 3 di seluruh Eropa, bisnisnya belum pulih.

Di Prancis, pasar mobil terbesar ketiga di Eropa setelah Jerman dan Inggris, registrasi Tesla - sebagai indikator penjualan - anjlok 66% bulan lalu menjadi 1.942 kendaraan, data dari badan otomotif Prancis PFA menunjukkan pada hari Kamis.

Registrasi turun 37% di Prancis secara keseluruhan pada tahun 2025.

Di Swedia, pendaftaran Tesla turun 71% menjadi 821 kendaraan pada bulan Desember, yang menyebabkan penurunan 70% pada tahun 2025, menurut Mobility Sweden.

Pendaftaran juga turun di Portugal dan Spanyol, masing-masing sebesar 13% menjadi 1.207 mobil dan 44% menjadi 1.794, menurut data resmi.

Untuk keseluruhan tahun 2025, penjualan turun 22% di Portugal dan 4% di Spanyol.

Baca Juga: Harga Minyak Stabil Setelah Mencatat Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

Hingga November, pangsa pasar Tesla di seluruh Eropa, Inggris, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa turun menjadi 1,7% dari 2,4% pada periode yang sama tahun 2024, meskipun total penjualan kendaraan listrik baterai mencapai 18,8% dari pasar.

Namun di Norwegia, pendaftaran Tesla melonjak 89% pada bulan Desember dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 5.679 kendaraan, menurut data pendaftaran.

Merek ini memiliki pangsa pasar lebih dari 19% di negara tersebut pada tahun 2025, mencetak rekor penjualan tahunan baru dan diuntungkan karena hampir semua penjualan mobil baru di Norwegia adalah mobil listrik.

Selanjutnya: Dirut Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Edwin Pranata Percaya Investasi Jangka Panjang

Menarik Dibaca: Tiga Gim Roblox yang Wajib Dicoba di POCO Pad M1