Penjualan Tesla Mulai Pulih di Eropa, Registrasi Kendaraan Melonjak



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penjualan kendaraan listrik Tesla di sejumlah negara Eropa menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada Mei 2026. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan registrasi kendaraan baru Tesla di beberapa pasar utama kawasan tersebut setelah sempat menghadapi tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Data yang dirilis pada Senin (1/6/2026) menunjukkan bahwa registrasi kendaraan Tesla—yang umum digunakan sebagai indikator penjualan—mengalami kenaikan tajam di sejumlah negara Eropa.

Di Swedia, registrasi kendaraan Tesla meningkat 71% menjadi 858 unit. Sementara itu, di Denmark registrasi melonjak 136% menjadi 1.750 unit, dan di Spanyol naik 113% menjadi 1.690 unit. Data tersebut berasal dari Mobility Sweden, bilstatistik.dk, dan ANFAC.


Kenaikan yang lebih tinggi terjadi di Prancis. Berdasarkan data asosiasi industri otomotif Prancis, PFA, sebanyak 5.446 kendaraan Tesla baru terdaftar pada Mei 2026. Angka tersebut melonjak 655% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Iran: Sikap Kontradiktif AS dan Serangan Israel Terhadap Lebanon Hambat Diplomasi

Pemulihan penjualan Tesla terjadi di tengah tren positif kendaraan elektrifikasi di Eropa. Menurut data Asosiasi Produsen Otomotif Eropa (ACEA), registrasi kendaraan elektrifikasi—yang mencakup kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), plug-in hybrid, dan hybrid—naik sekitar 21% di Eropa pada April lalu.

Bahkan, kendaraan elektrifikasi kini menyumbang lebih dari dua pertiga total registrasi kendaraan baru di kawasan Eropa.

Sejumlah pasar otomotif Eropa juga mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan. Berbagai insentif, subsidi, serta tingginya harga bahan bakar fosil menjadi faktor yang mendorong konsumen beralih ke kendaraan dengan emisi lebih rendah.

Pelaku industri kini menantikan laporan registrasi kendaraan bulanan dari Inggris dan Jerman, dua pasar otomotif terbesar di Eropa, yang dijadwalkan dirilis pada pekan ini.

Meski menunjukkan tanda-tanda pemulihan, Tesla masih menghadapi tantangan besar di kawasan Eropa. Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat tersebut kehilangan hampir separuh pangsa pasarnya di Eropa sepanjang 2025.

Baca Juga: Lonjakan Ekspor Baja China ke India Picu Kekhawatiran Industri Domestik

Penurunan pangsa pasar itu dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk meningkatnya persaingan dari produsen otomotif lain, terutama merek-merek asal China yang agresif memperluas pasar di Eropa.

Selain itu, minimnya peluncuran model baru Tesla dalam beberapa tahun terakhir juga dinilai mengurangi daya tarik perusahaan di mata konsumen. Faktor lainnya adalah reaksi sebagian konsumen terhadap sikap politik CEO Tesla, Elon Musk, yang menuai kontroversi di sejumlah negara.

Sebagai produsen otomotif dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Tesla kini berupaya mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri kendaraan listrik global.