Penjualan Wholesales Inchcape Tumbuh 105% Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Distributor otomotif, Inchcape Indonesia, mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025, di tengah tren elektrifikasi kendaraan yang kian menguat di Indonesia.

Sepanjang 2025, manajemen Inchcape melaporkan telah membukukan 1.628 unit wholesales atau naik 105% secara tahunan, serta 1.449 unit retail yang tumbuh 115% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan tersebut ditopang kontribusi model-model baru. Rinciannya, ORA 03 menyumbang 24% volume wholesales, diikuti Tank 300 Diesel 4×4 sebanyak 22%, Tank 300 Hybrid sebesar 15%, dan Tank 300 Diesel 4×2 yang menyumbang 14%.


Baca Juga: Ancaman Defisit Biodiesel: Kebijakan di Atas B40 Picu Krisis Energi Dini

Capaian tersebut dinilai sejalan dengan strategi diversifikasi teknologi atau multi-pathway yang diterapkan perusahaan, yakni menghadirkan berbagai opsi power train mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai.

“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” ujar Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia.

Strategi itu, lanjut Bagus, kembali ditegaskan dalam partisipasi Inchcape di Indonesia International Motor Show (IIMS 2026). 

Hal ini diwujudkan dengan peluncuran Tank 500 Diesel, yang melengkapi portofolio hybrid dan kendaraan listrik yang telah tersedia.

Menurut Bagus, Tank 500 Diesel diposisikan sebagai SUV premium yang menyeimbangkan kenyamanan first-class untuk melintasi medan yang beragam, efisiensi, serta teknologi dan keamanan tingkat tinggi. 

"Tujuan kami adalah memperluas akses terhadap mobilitas berkualitas melalui portofolio yang mencerminkan realitas kebutuhan konsumen yang beragam,” tutur Bagus.

Lebih lanjut ia mengungkap, pertumbuhan elektrifikasi di Indonesia berlangsung dalam kerangka regulasi nasional yang mencakup standar keselamatan kendaraan, emisi, serta perlindungan konsumen. 

Baca Juga: Target 1 Juta Bph 2030, Praktisi Hukum Migas Usul Perpres Perizinan Proyek Energi

“Elektrifikasi berkembang melalui keselarasan ekosistem. Produsen menghadirkan inovasi, pembuat kebijakan menyediakan kepastian regulasi dan insentif, distributor memperkuat kesiapan ritel dan layanan, dan konsumen pada akhirnya menentukan laju adopsi,” ujar Bagus.

Menuju target elektrifikasi 2030, ia menilai keberlanjutan pertumbuhan akan ditentukan oleh perluasan infrastruktur, standar kualitas produk, serta aksesibilitas produk di berbagai segmen pasar.

Ia melihat, pasca IIMS 2026, arah tersebut semakin jelas. Transisi elektrifikasi Indonesia dinilai bergerak melalui penyelarasan antara permintaan konsumen, strategi produk yang terdiversifikasi, dan kerangka regulasi. Hal ini memperkuat jalur transformasi yang adaptif, seimbang, dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Dikawal F16 di Langit Yordania, Presiden Prabowo Disambut Penuh Kehormatan

Menarik Dibaca: Ramadhan With OYO, Ada Diskon Menginap hingga 75% dan Gratis Tambahan Menginap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News