Penjualan Zara Dorong Pendapatan Laba Inditex



KONTAN.CO.ID - CORUNA. Kinerja pemilik merek Zara, Inditex, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat pada awal kuartal kedua, melampaui ekspektasi pasar meski sentimen konsumen masih dibayangi kekhawatiran inflasi dan gejolak geopolitik.

Melansir Reuters (3/6), pada Mei 2026, penjualan Inditex yang disesuaikan dengan pergerakan mata uang tumbuh 11,5% secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibanding perkiraan analis yang memperkirakan pertumbuhan sekitar 8%.

Sepanjang kuartal pertama yang berlangsung pada Februari–April 2026, Inditex membukukan penjualan sebesar 8,75 miliar euro atau sekitar US$ 10,17 miliar. Secara mata uang konstan, penjualan naik 8,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.


Tidak hanya dari sisi penjualan, profitabilitas perusahaan juga membaik. Margin laba kotor meningkat menjadi 61,2% dari 60,6% pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan kemampuan Inditex menjaga keuntungan meski menghadapi kenaikan biaya bahan baku dan logistik.

Baca Juga: Dua Raksasa Cat Mundur, AkzoNobel Tolak Tawaran Akuisisi Senilai €12,5 miliar

Kinerja tersebut memberi sinyal bahwa permintaan konsumen terhadap produk fesyen dengan harga terjangkau masih cukup kuat. Di tengah tekanan ekonomi, sebagian konsumen juga cenderung beralih dari merek premium ke produk yang lebih ramah di kantong.

Inditex mempertahankan proyeksi bisnis tahun ini, termasuk target margin laba kotor yang stabil, ekspansi ruang toko sekitar 5%, serta belanja modal senilai 2,3 miliar euro. Perusahaan juga terus memperluas jaringan toko berukuran besar dan memperkuat pemasaran untuk menarik pelanggan baru.

Meski demikian, saham Inditex masih turun sekitar 6,5% sejak awal tahun. Investor tetap mencermati dampak ketidakpastian global terhadap belanja konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Penjualan Inditex, Induk Zara Melonjak 10,6% di Awal Kuartal IV