Penonton MotoGP Mandalika 2026 Naik 12,5%, InJourney Bidik Efek Ekonomi Berkelanjutan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 157.875 orang selama 9–11 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 12,5% dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencatat 140.324 penonton. Peningkatan jumlah penonton membuka peluang bagi pelaku usaha di sekitar Mandalika guna meningkatkan aktivitas bisnis selama ajang berlangsung. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang berpotensi menerima manfaat dari kunjungan wisatawan. Pada penyelenggaraan 2025, MotoGP Mandalika diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp 4,96 triliun. Ajang tersebut juga melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan lebih dari 600 UMKM di sekitar kawasan penyelenggaraan.

Baca Juga: Sertifikasi Halal UMKM Wajib 18 Oktober 2026, Ekonom Minta Prosedur Sesuai Risiko Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, peningkatan jumlah penonton memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. “MotoGP Mandalika harus terus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal dunia,” ujar Maya dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026). Kendati jumlah penonton meningkat, InJourney belum merinci estimasi dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026. Capaian ekonomi tahun ini masih perlu dilihat dari perkembangan aktivitas usaha selama ajang berlangsung, termasuk sektor perhotelan, UMKM, dan belanja wisatawan. Maya menambahkan, manfaat ekonomi MotoGP perlu berlanjut di luar periode balapan melalui pengembangan pariwisata Mandalika. “Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, dan semakin banyak lapangan kerja tercipta,” ujar Maya. Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Warokka mengatakan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Asosiasi Pedagang Pasar Waspadai Lonjakan Harga Cabai di Tengah El Niño “Kami ingin setiap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memberikan nilai tambah yang semakin besar, tidak hanya bagi kawasan dan industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat NTB. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar manfaat penyelenggaraan event internasional dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Troy. Ke depan, InJourney bersama ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) akan terus memperkuat ekosistem pariwisata Mandalika melalui pengembangan destinasi, peningkatan konektivitas, serta pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Langkah ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan aktivitas ekonomi kawasan, termasuk di luar periode penyelenggaraan MotoGP.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News