Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar bisnis bioskop dinilai masih prospektif meski momentum libur Lebaran 2026 telah usai. Sejumlah rumah produksi mulai menyiapkan strategi untuk menjaga kinerja di periode low season pada April hingga Mei 2026.

Chief Communications Officer PT MD Entertainment Tbk (FILM) Astrid Suryatenggara mengatakan, animo penonton terhadap film nasional masih terjaga. Hal ini tercermin dari capaian film Danur The Last Chapter yang menjadi salah satu film Indonesia terlaris pada musim Lebaran tahun ini.

“Masih prospektif. Danur The Last Chapter menjadi film Indonesia terlaris di Lebaran 2026,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (26/4/2026).


Baca Juga: Laba PGN (PGAS) Naik 45,84%, Saat Pendapatan Susut di Kuartal I-2026

Untuk menjaga momentum, MD Entertainment telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk merilis film baru pada momen libur berikutnya. Salah satunya adalah Children of Heaven yang dijadwalkan tayang saat Idul Adha.

Selain film layar lebar, MD Entertainment juga memperkuat konten serial sebagai sumber pertumbuhan. Perusahaan baru saja mengumumkan serial Istri Paruh Waktu yang akan tayang di MDTV dan platform digital Netflix.

Astrid menambahkan, perusahaan terus fokus memproduksi film berkualitas untuk mendongkrak performa box office. Setelah Children of Heaven, MD Entertainment telah menyiapkan sejumlah judul lain hingga akhir tahun, seperti 402 RS Angker Korea. “Kami berharap bisa menghasilkan lebih banyak box office result,” katanya.

Langkah tersebut menjadi penting di tengah tekanan kinerja keuangan perusahaan. Dalam catatan Kontan, MD Entertainment membukukan rugi bersih sebesar Rp 257,02 miliar pada 2025, berbalik dari laba Rp 37 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, pendapatan perseroan masih tumbuh 8,87% secara tahunan menjadi Rp 496,4 miliar. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan segmen distribusi digital dan penyiaran televisi.

Pendapatan dari distribusi digital melonjak menjadi Rp 199,85 miliar dari Rp 105,81 miliar. Sementara itu, pendapatan iklan dari segmen televisi juga meningkat signifikan menjadi Rp 75,8 miliar dari Rp 19,5 miliar.

Baca Juga: Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel Siap Ambil Peluang

Namun, kinerja laba tertekan oleh lonjakan beban pokok pendapatan yang naik 94,51% menjadi Rp 352,3 miliar, serta peningkatan beban usaha sebesar 48,8% menjadi Rp 308 miliar.

Alhasil, laba bruto turun 47,5% menjadi Rp 144 miliar dan perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp 163,95 miliar.

Ke depan, MD Entertainment berharap strategi diversifikasi konten, baik film maupun serial digital, dapat menopang pertumbuhan kinerja sekaligus menjaga daya tarik pasar bioskop di luar musim puncak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News