KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Para pejabat senior Pentagon mengatakan kepada Kongres AS pada Selasa (19/9/2023), bahwa blokade China terhadap Taiwan kemungkinan besar akan gagal dan invasi militer langsung ke pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu akan sangat sulit dilakukan Beijing dengan sukses. Reuters memberitakan, militer China dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan aktivitas di sekitar Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya. Direktur CIA AS William Burns mengatakan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menginstruksikan angkatan bersenjata negaranya untuk siap melakukan invasi pada tahun 2027.
Namun, apakah Xi akan memerintahkan pengambilan Taiwan dengan paksa, baik melalui opsi militer seperti blokade atau invasi masih belum jelas. Ely Ratner, asisten menteri pertahanan AS untuk Urusan keamanan Indo-Pasifik, mengatakan blokade akan memberi waktu bagi sekutu Taiwan untuk memobilisasi sumber daya untuk Taiwan. Dia menambahkan, dampak ekonomi dari blokade akan sangat menghancurkan sehingga akan memperkuat perlawanan internasional terhadap Beijing. “Ini kemungkinan besar tidak akan berhasil, dan ini akan menjadi risiko eskalasi yang sangat besar bagi RRT, karena RRT mungkin harus mempertimbangkan apakah RRT bersedia atau tidak untuk mulai menyerang kapal maritim komersial,” kata Ratner. Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Optimisme Pebisnis AS di China Menyentuh Titik Terendah Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Joseph McGee, wakil direktur strategi, rencana dan kebijakan Staf Gabungan Pentagon, mengatakan blokade juga tidak mungkin dilakukan mengingat tantangan yang ada.