KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) merilis gelombang ketiga dokumen yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai rahasia pada Jumat lalu. Dokumen-dokumen ini berisi catatan mengenai dugaan penampakan benda terbang tak dikenal, di antaranya laporan tentang benda berbentuk bulat yang bercahaya, kadang berwarna merah, yang dilihat oleh warga di wilayah timur laut Amerika Serikat. Dua gelombang dokumen sebelumnya telah dipublikasikan masing-masing pada 8 Mei dan 22 Mei lalu. Presiden Donald Trump menjadi pemimpin negara terbaru yang membuka akses laporan pemerintah Amerika Serikat terkait fenomena ini. Proses pengungkapan informasi semacam ini sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 1970-an.
Dalam rilis terbaru yang disebut oleh Pentagon sebagai data mengenai “fenomena anomali tak teridentifikasi” atau UAP, terdapat sebanyak 72 berkas yang berasal dari Biro Penyelidikan Federal (FBI), Badan Intelijen Pusat (CIA), dan pihak Pentagon sendiri. Isinya mencakup kesaksian, rekaman video, serta gambaran visual yang dibuat berdasarkan penampakan yang terjadi.
Baca Juga: Pasar Saham Asia Menguat, Harga Minyak Anjlok Usai Rencana Damai AS–Iran Beberapa catatan di dalamnya menyebutkan adanya penampakan benda berbentuk bola atau bulatan cahaya yang terlihat di wilayah umum yang sama, yaitu di timur laut Amerika Serikat. Salah satu berkas yang berasal dari bulan Februari memuat hasil wawancara yang dilakukan oleh FBI terhadap dua orang saksi mata. Mereka menceritakan bahwa pada suatu malam, mereka melihat cahaya yang sangat terang muncul tepat di halaman belakang rumah mereka. Identitas kedua saksi serta lokasi persis kejadian tersebut tidak dicantumkan dalam dokumen yang dipublikasikan. Menurut laporan FBI itu, salah satu saksi “menggambarkan warna merah pada benda tersebut sangat cerah dan indah, serta menyatakan bahwa dirinya belum pernah melihat warna merah yang sama sebelumnya dalam hidupnya”. Benda berbentuk bola berwarna merah itu memiliki lebar sekitar satu meter, dan di bagian tengahnya terdapat apa yang digambarkan sebagai “matahari berupa plasma berwarna putih” dengan ukuran sebesar bola basket. Kedua saksi tersebut juga melihat adanya benda bulatan cahaya kedua. Kedua benda itu tampak terhubung satu sama lain saat bergerak menjauh dari lokasi kejadian. Beberapa minggu setelah peristiwa itu, mereka kembali melihat sejumlah benda bulatan cahaya berwarna putih yang terbang melintasi atas rumah mereka, namun kali ini berada di ketinggian yang jauh lebih tinggi, demikian rincian dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak 2% Menyusul Kesepakatan Pendamaian AS-Iran, Harga Minyak Merosot Hasil wawancara lain yang dilakukan pada Juli 2025 juga menyebutkan adanya laporan-laporan serupa mengenai penampakan benda bulatan cahaya.
“Pengamatan ini terjadi dalam radius kurang dari 40 kilometer dari lokasi penampakan yang dikenal sebagai ‘Benda Bulatan Segitiga’, ‘Putaran Benda Bulatan Merah’, dan ‘Benda Bulatan di Atas Kolam’, di sebuah daerah yang penduduknya tidak terlalu padat,” tulis laporan FBI. Sementara itu, dalam catatan peristiwa yang terjadi pada Oktober 2024, dijelaskan mengenai sumber cahaya yang muncul di bawah garis cakrawala dan melayang diam di atas permukaan sebuah kolam. “Benda bercahaya itu memiliki bentuk seperti ‘bola yang tersusun dari plasma’, dan berubah bentuk serta tingkat keterangannya secara berkala. Pada beberapa saat, sumber cahaya utama itu tampak terpecah menjadi titik-titik cahaya yang lebih kecil,” demikian isi laporan tersebut. “Berkas-berkas ini yang selama ini tertutup status kerahasiaannya telah lama memicu berbagai spekulasi — dan kini sudah saatnya rakyat Amerika dapat melihat sendiri apa yang sebenarnya tercatat di dalamnya,” ujar Kepala Pentagon, Pete Hegseth, dalam sebuah pernyataan resmi.