Pentagon Tetapkan Anthropic sebagai Risiko Rantai Pasok, Batasi Penggunaan AI Claude



KONTAN.CO.ID - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menetapkan laboratorium kecerdasan buatan Anthropic sebagai risiko rantai pasok (supply-chain risk) pada Kamis (5/3/2026).

Status ini membatasi penggunaan teknologi perusahaan tersebut oleh kontraktor pemerintah dalam proyek yang terkait dengan militer AS.

Dengan penetapan tersebut, kontraktor pemerintah tidak lagi diperbolehkan menggunakan teknologi AI Anthropic dalam pekerjaan mereka untuk Pentagon.


Baca Juga: Kongres AS Minta Perusahaan Travel Ungkap Penggunaan AI untuk Penetapan Harga

Namun, penggunaan teknologi AI perusahaan itu masih diperbolehkan untuk proyek lain yang tidak terkait dengan kontrak militer.

CEO Anthropic Dario Amodei dalam pernyataan resmi mengatakan pembatasan tersebut hanya berlaku untuk penggunaan teknologi AI perusahaan dalam kontrak Pentagon.

Ia juga menegaskan bahwa Anthropic akan menantang keputusan tersebut melalui jalur hukum.

Penetapan status risiko rantai pasok ini menyusul perselisihan selama berbulan-bulan antara Anthropic dan Pentagon terkait batasan penggunaan teknologi AI perusahaan dalam operasi militer.

Baca Juga: Harga Emas Stabil Jumat (6/3), Cermati Dampak Perang Timur Tengah ke Ekonomi Global

Anthropic diketahui menerapkan sejumlah pengamanan ketat terhadap teknologi AI mereka, termasuk larangan penggunaan sistem AI Claude untuk mengoperasikan senjata otonom maupun untuk pengawasan massal oleh pemerintah.

Namun, Pentagon menilai pembatasan tersebut terlalu ketat. Pemerintah AS berpendapat teknologi tersebut seharusnya dapat digunakan secara fleksibel selama tetap mematuhi hukum yang berlaku.

Meski demikian, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, teknologi AI Claude milik Anthropic tetap digunakan untuk mendukung sejumlah operasi militer, termasuk operasi yang berkaitan dengan konflik di Iran.

Sistem tersebut diduga dimanfaatkan untuk menganalisis intelijen dan membantu perencanaan operasional militer.

Salah satu platform yang menggunakan teknologi Claude adalah Maven Smart Systems dari perusahaan analitik data Palantir Technologies.

Baca Juga: Shell Teken Sejumlah Kesepakatan Minyak dan Gas dengan Venezuela

Platform tersebut menyediakan kemampuan analisis intelijen dan penargetan senjata bagi militer.

Sebelumnya, Anthropic dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi yang cukup agresif menjalin kerja sama dengan institusi keamanan nasional AS.

Namun, hubungan perusahaan dengan Pentagon memburuk dalam beberapa bulan terakhir akibat perbedaan pandangan terkait penggunaan AI di medan perang.

Situasi tersebut semakin memanas setelah memo internal perusahaan yang dipublikasikan oleh media teknologi memicu kontroversi.

Dalam memo tersebut, Amodei menyebut sebagian pejabat Pentagon tidak menyukai Anthropic karena perusahaan itu tidak memberikan dukungan politik yang cukup terhadap Presiden AS saat ini.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah ke Level Terendah Hampir Sebulan pada Jumat (6/3/2026)

Penetapan label “supply-chain risk” terhadap Anthropic tergolong langkah yang tidak biasa, karena status tersebut biasanya digunakan pemerintah AS untuk membatasi perusahaan dari negara pesaing strategis.

Sebelumnya, langkah serupa pernah diterapkan terhadap raksasa teknologi China, Huawei Technologies, yang dikeluarkan dari rantai pasok Pentagon karena alasan keamanan nasional.