KONTAN.CO.ID - Militer Amerika Serikat pada Selasa (3/3/2026) mengumumkan identitas empat tentara AS pertama yang tewas dalam perang melawan Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi menimbulkan lebih banyak korban dari pihak AS. Dari total enam personel militer AS yang dilaporkan tewas sejauh ini, empat di antaranya merupakan anggota unit Cadangan Angkatan Darat AS (U.S. Army Reserve) asal Iowa.
Baca Juga: CEO Goldman Sachs Nilai Pasar Butuh “Beberapa Pekan” Cerna Dampak Perang Iran Mereka gugur pada Minggu (2/3) setelah sebuah drone menghantam fasilitas militer AS di Port Shuaiba, Kuwait. Pentagon menyatakan keempat prajurit tersebut berusia antara 20 hingga 42 tahun dan bertugas di 103rd Sustainment Command yang bermarkas di Des Moines, Iowa. Unit ini merupakan bagian dari operasi logistik dan pasokan global Angkatan Darat AS. Militer mengidentifikasi keempat korban sebagai berikut:
- Kapten Cody A. Khork (35), asal Winter Haven, Florida
- Sersan Satu Noah L. Tietjens (42), asal Bellevue, Nebraska
- Sersan Satu Nicole M. Amor (39), asal White Bear Lake, Minnesota
- Sersan Declan J. Coady (20), asal West Des Moines, Iowa
Baca Juga: Bursa Asia Tersungkur, Pasar Waspadai Guncangan Energi akibat Perang Timur Tengah Mayor Jenderal Todd Erskine, yang memimpin 79th Theater Sustainment Command, menyampaikan belasungkawa mendalam dan penghormatan kepada keluarga serta rekan satuan para korban. Komando Pusat Militer AS menyatakan Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone dalam serangan balasan di berbagai wilayah Timur Tengah sejak konflik meletus. Risiko terhadap pasukan AS di kawasan tersebut menjadi salah satu topik dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen AS pada Selasa. Dalam pertemuan itu hadir Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Baca Juga: Harga Emas Naik 1% Rabu (4/3) Pagi, di Tengah Eskalasi Serangan AS–Israel ke Iran Senator Partai Demokrat Chris Murphy mengatakan para pejabat menyampaikan kemungkinan akan ada lebih banyak korban dari pihak AS karena sulit menghentikan serangan drone yang terus dilancarkan. Menurut dua pejabat yang berbicara kepada Reuters, fasilitas di Kuwait tempat insiden terjadi dilindungi dinding beton penahan ledakan, namun tidak memiliki atap yang diperkuat. Belum jelas apakah sistem pertahanan udara aktif saat drone mendekat, dan disebutkan tidak ada alarm yang berbunyi sebelum serangan terjadi. Konflik yang terus memanas meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut serta potensi korban tambahan di pihak militer AS.