MOMSMONEY.ID – Sejak masa kelahiran hingga sekarang, kesehatan anak menjadi prioritas orang tua untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan anak. Aspek menjaga kesehatan ini dapat dilakukan mulai dari vaksinasi, pemenuhan nutrisi hingga pemeriksaan kesehatan rutin dengan ahlinya. Ada baiknya orang tua menjaga tumbuh kembang anak sejak awal masa kelahiran hingga masa sekolah nanti. Pasalnya, setelah melewati masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak masih rentan terkena risiko penyakit menular dan tantangan tumbuh kembang tetap tinggi pada anak usia sekolah, sehingga langkah preventif seperti asupan gizi seimbang, vaksinasi lanjutan dan pemeriksaan berkala perlu terus dilakukan. Menurut Halodoc, banyak orang tua masih melewatkan berbagai upaya tersebut, termasuk vaksinasi anak, terutama anak yang sudah melewati 1.000 HPK (lebih dari 2 tahun) karena minim informasi dan awareness. Dari data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan cakupan vaksinasi anak usia sekolah melalui program BIAS belum sepenuhnya merata. Walaupun, vaksin campak rubela kelas 1 SD memang mencapai 93,8%, tetapi DT hanya 90,3% dan Td kelas 2 sebesar 91,9%. Ketimpangan ini turut berkontribusi pada masih munculnya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak dan difteri di beberapa wilayah Indonesia.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak Sejak Usia Dini Hingga Sekolah
MOMSMONEY.ID – Sejak masa kelahiran hingga sekarang, kesehatan anak menjadi prioritas orang tua untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan anak. Aspek menjaga kesehatan ini dapat dilakukan mulai dari vaksinasi, pemenuhan nutrisi hingga pemeriksaan kesehatan rutin dengan ahlinya. Ada baiknya orang tua menjaga tumbuh kembang anak sejak awal masa kelahiran hingga masa sekolah nanti. Pasalnya, setelah melewati masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak masih rentan terkena risiko penyakit menular dan tantangan tumbuh kembang tetap tinggi pada anak usia sekolah, sehingga langkah preventif seperti asupan gizi seimbang, vaksinasi lanjutan dan pemeriksaan berkala perlu terus dilakukan. Menurut Halodoc, banyak orang tua masih melewatkan berbagai upaya tersebut, termasuk vaksinasi anak, terutama anak yang sudah melewati 1.000 HPK (lebih dari 2 tahun) karena minim informasi dan awareness. Dari data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan cakupan vaksinasi anak usia sekolah melalui program BIAS belum sepenuhnya merata. Walaupun, vaksin campak rubela kelas 1 SD memang mencapai 93,8%, tetapi DT hanya 90,3% dan Td kelas 2 sebesar 91,9%. Ketimpangan ini turut berkontribusi pada masih munculnya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak dan difteri di beberapa wilayah Indonesia.
TAG: