KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Perusahaan di sektor ritel mulai adaptif mengembangkan digital, pasalnya perkembangan zaman menuntut pelaku ritel berubah. Saat ini, banyak pemain ritel yang mulai menerapkan digital untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Handaka Santosa, Penasihat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan bahwa perusahaan ritel sudah adaptif terhadap perkembangan teknologi. Buktinya, saat ini banyak peritel yang mulai kembangkan e-commerce sendiri. Baca Juga: Pemerintah tetapkan tanggal 11 November sebagai hari ritel nasional "Antara offline dan online itu saling melengkapi, bahkan kami sudah kombinasikan antara keduanya dengan omnichannel," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (12/11) Pria yang maju sebagai kandidat Ketua Umum Aprindo di Munas tahun ini menyampaikan saat ini untuk beberapa kategori pelanggan masih suka untuk bersentuhan langsung dengan produk. Sehingga membeli melalui online tetapi mengambil barang langsung di gerai ritel. "Sebetulnya e-commerce itu tools atau cara agar ritel bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Tidak ada keberatan dari peritel, hanya regulasinya saja diperbaikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan kami," lanjutnya. Baca Juga: Faktor Musiman Jadi Alasan Peritel Optimistis di Akhir Tahun Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan menyebut bahwa pertumbuhan ritel ke depan akan saling menopang dengan pertumbuhan e-commerce. Apalagi sektor konsumsi masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan PDB Indonesia. "Ritel positif kemajuannya, jadi peningkatan kemajuannya sangat baik dan akan kami tingkatkan. Terutama di era globalisasi dan digital, memang digital ini sangat penting karena konsumen berubah budaya," ujarnya. Wirry Tjandra, CEO PT Fajar Mitra Indah menyebut untuk adaptif dengan teknologi perusahaan melakukan serangkaian inovasi. Termasuk mengenalkan mesin pemesanan sendiri hingga bekerjasama dengan seluruh penyedia layanan e-wallet dan e-payment.
Penuhi keinginan pelanggan, peritel kian adaptif terhadap teknologi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Perusahaan di sektor ritel mulai adaptif mengembangkan digital, pasalnya perkembangan zaman menuntut pelaku ritel berubah. Saat ini, banyak pemain ritel yang mulai menerapkan digital untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Handaka Santosa, Penasihat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan bahwa perusahaan ritel sudah adaptif terhadap perkembangan teknologi. Buktinya, saat ini banyak peritel yang mulai kembangkan e-commerce sendiri. Baca Juga: Pemerintah tetapkan tanggal 11 November sebagai hari ritel nasional "Antara offline dan online itu saling melengkapi, bahkan kami sudah kombinasikan antara keduanya dengan omnichannel," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (12/11) Pria yang maju sebagai kandidat Ketua Umum Aprindo di Munas tahun ini menyampaikan saat ini untuk beberapa kategori pelanggan masih suka untuk bersentuhan langsung dengan produk. Sehingga membeli melalui online tetapi mengambil barang langsung di gerai ritel. "Sebetulnya e-commerce itu tools atau cara agar ritel bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Tidak ada keberatan dari peritel, hanya regulasinya saja diperbaikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan kami," lanjutnya. Baca Juga: Faktor Musiman Jadi Alasan Peritel Optimistis di Akhir Tahun Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan menyebut bahwa pertumbuhan ritel ke depan akan saling menopang dengan pertumbuhan e-commerce. Apalagi sektor konsumsi masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan PDB Indonesia. "Ritel positif kemajuannya, jadi peningkatan kemajuannya sangat baik dan akan kami tingkatkan. Terutama di era globalisasi dan digital, memang digital ini sangat penting karena konsumen berubah budaya," ujarnya. Wirry Tjandra, CEO PT Fajar Mitra Indah menyebut untuk adaptif dengan teknologi perusahaan melakukan serangkaian inovasi. Termasuk mengenalkan mesin pemesanan sendiri hingga bekerjasama dengan seluruh penyedia layanan e-wallet dan e-payment.