Penumpang Garuda - Lombok akhir tahun capai 90%



MATARAM. PT Garuda Indonesia (Persero) memprediksi, tingkat keterisian pesawat dari Jakarta ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2017 mencapai 90%.

"Kami perkirakan keterisian kursi penumpang selama Desember mencapai 90 persen dibanding November rata-rata 68 persen," kata General Manager PT Garuda Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Dasep M Suanda, di Mataram, Senin (5/12).

Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang tersebut sudah terlihat dari pemesanan tiket yang sudah dilakukan dua minggu sebelum keberangkatan. Sebagian besar adalah wisatawan domestik yang kemungkinan akan menikmati liburan di Pulau Lombok.


Meskipun ada peningkatan, kata Dasep, pihaknya belum memutuskan melakukan penambahan frekuensi penerbangan dari dan menuju Pulau Lombok.

Sebab, frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Lombok dan sebaliknya sebanyak 4 kali dalam satu hari masih dirasa mencukupi untuk melayani lonjakan penumpang.

"Belum ada rencana penambahan kursi atau frekuensi penerbangan, tapi nanti kami lihat perkembangannya seperti apa," ujarnya.

Untuk memberikan pelayanan terbaik, kata dia, pihaknya membentuk posko bersama di Bandara Internasional Lombok, bersama dengan PT Angkasa Pura II.

Posko bersama tersebut akan dibuka mulai tujuh hari sebelum (H-7) Natal hingga tujuh hari setelah (H+7) Tahun Baru 2017.

"Kami juga menginstruksikan karyawan yang tidak merayakan Natal untuk tidak mengambil cuti agar pelayanan kepada konsumen tetap maksimal," katanya.

Manajer Pemasaran Citilink Wilayah NTB Dedi Sudarwanto, juga memastikan peningkatan jumlah penumpang menjelang libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mengalami peningkatan yang signifikan dibanding hari-hari biasa.

"Pengalaman tahun sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang mencapai 90%. Kondisi tersebut kemungkinan sama dengan tahun ini. Biasanya lonjakan penumpang terjadi pada H-2 Natal," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan arus penumpang ke Lombok datang dari kota-kota besar seperti Bali, Surabaya dan Jakarta.

Para wisatawan yang berlibur ke Lombok menjelang libur Natal biasanya kembali ke daerah pada H+2 setelah perayaan tahun baru.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, kata Dedi, pihaknya sudah menyiapkan mesin check in, di Bandara Internasional Lombok, sehingga penumpang tidak perlu mengantri di loket.

"Penumpang tanpa bagasi bisa check in melalui mesin tersebut, tidak perlu mengantri di loket pelayanan di dalam bandara," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia