Penumpang Malaysian Air ramai-ramai batalkan tiket



SIDNEY. Nasib Malaysian Airline System Bhd kian miris. Banyak penumpang membatalkan tiket penerbangan setelah tragedi kecelakaan menimpa maskapai pelat merah Malaysia ini untuk kedua kalinya. 

Berbagai agen perjalanan dari Melbourne ke Singapura, New Delhi, bahkan sampai kampung halaman pesawat Malaysia Airlines pun menghadapi calon penumpang yang membatalkan penerbangan setelah kecelakaan MH17 di Ukraina 17 Juli lalu.

Tim rugi wanita Samoan misalnya, memutuskan untuk mengganti penrbangan mereka dengan Thai Airways International Pcl dari penerbangan dengan Malaysian Air pada 27 Juli mendatang untuk ke Prancis. 


"Sangat wajar untuk menjadi khawatir. Kami memiliki banyak pertimbangan," kata Sera Mika, manager dari Samoan di Auckland pada Bloomberg

Chen Shiying, seorang guru sains di Singapura mengatakan, enggan menggunakan jasa MAS karena maskapai ini dirundung "suay" atau ketidakberuntungan, dalam dialek Hokkien. "Ini mungkin bukan salah mereka. Tapi tetap saya akan menghindari terbang dengan Malaysian Air," kata dia.

Menurut Ann Chitumbalam, manager Escape Travel Sdn di Petaling Jaya, para penumpang khawatir akan terjadinya hal buruk dan tidak mau mengambil risiko. Perusahaan ini pernah mendapat permintaan pembatalan dari seorang pebisnis yang berencana ke Belanda, satu jam setelah kabar Malaysia Air jatuh di Ukraina. Saat ini, 30% booking Malaysian Air di kantornya dibatalkan calon penumpang. 

Di Singapura, Dynasty Travel memperkirakan, calon penumpang akan berpikir dua kali jika harus memilih Malaysian Air. Sedangkan travel agent online Yatra.com di New Delhi bilang, kenaikan pembatalan tiket terjadi setelah kecelakaan terakhir. 

Kecelakaan pesawat Malaysia Air yang jatuh di Ukraina hanya berselang empat bulan setelah hilangnya pesawat dengan penerbangan 370. Total, 537 orang dinyatakan meninggal dari dua kecelakaan ini, dan menjadi jumlah korban terbanyak dalam kasus penerbangan komersial tahun ini.

Malaysian Air atau MAS pada tanggal 19 Juli mengatakan, akan me-refund tiket penumpang yang ditunda atau dibatalkan. Maskapai ini juga tidak akan mengenakan fee apapun pada penumpang yang mengalihkan rencana penerbangannya ke maskapai lain.

Dua kejadian ini memperparah kondisi bisnis Malaysian Air. Maskapai ini merugi RM 4,13 miliar atau sekitar US$ 1,3 miliar dalam tiga tahun terakhir.  Analis yang dikumpulkan Bloomberg memperkirakan, MAS akan menambah kerugian RM 1 miliar di tahun ini akibat biaya operasional dan eksodus para penumpang. 

Di tengah upaya mempertahankan penumpang dari pesaing regional seperti China Southern Ailines C dan Cathay Pacific Airways Ltd, Malaysian Air menurunkan harga tiket. Harga tiket termurahnya, untuk penerbangan dari Sidney ke Kuala Lumpur A$ 1.818 (US$ 1.712). 

Dengan harga ini, Malaysian Air membayar kurang dari 5 sen dollar per kilometer, untuk perjalanan 34.260 kilometer. Ini di bawah rata-rata ongkos penerbangan Malaysian Air tahun lalu untuk penerbangan yang sama yaitu 5,34 sen dollar per kilometer.

Editor: Sanny Cicilia