OTTAWA. Merosotnya harga minyak membawa berkah bagi perekonomian dunia. Biaya energi yang rendah diharapkan mampu mendorong konsumsi dan angka belanja masyarakat. Menurut JP Morgan, jika harga minyak mentah dunia stabil di level US$ 60 per barel akan menambah 0,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) global. Walaupun demikian, kondisi perekonomian beberapa negara seperti Rusia, Brasil dan konflik geopolitik yang melibatkan Yunani bisa menjadi penghambat pertumbuhan global. "Orang-orang masih berhati-hati karena mereka melihat risiko negatifnya. Masih ada tanda tanya di luar sana," ujar Bruce Kasman, Kepala Ekonom JP Morgan Chase & Co, New York seperti dikutip Bloomberg. Pada perkiraan Juli 2014 lalu, JP Morgan memproyeksikan pertumbuhan global tahun 2015 mencapai 3,3%. Namun, di awal Januari ini, proyeksi pertumbuhan global pada tahun ini dipangkas menjadi hanya 2,9%. Diantara 10 negara ekonomi terbesar, hanya AS yang mampu tumbuh lebih cepat dengan laju kecepatan sebesar 3,2%.
Penurunan harga minyak dorong pertumbuhan global
OTTAWA. Merosotnya harga minyak membawa berkah bagi perekonomian dunia. Biaya energi yang rendah diharapkan mampu mendorong konsumsi dan angka belanja masyarakat. Menurut JP Morgan, jika harga minyak mentah dunia stabil di level US$ 60 per barel akan menambah 0,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) global. Walaupun demikian, kondisi perekonomian beberapa negara seperti Rusia, Brasil dan konflik geopolitik yang melibatkan Yunani bisa menjadi penghambat pertumbuhan global. "Orang-orang masih berhati-hati karena mereka melihat risiko negatifnya. Masih ada tanda tanya di luar sana," ujar Bruce Kasman, Kepala Ekonom JP Morgan Chase & Co, New York seperti dikutip Bloomberg. Pada perkiraan Juli 2014 lalu, JP Morgan memproyeksikan pertumbuhan global tahun 2015 mencapai 3,3%. Namun, di awal Januari ini, proyeksi pertumbuhan global pada tahun ini dipangkas menjadi hanya 2,9%. Diantara 10 negara ekonomi terbesar, hanya AS yang mampu tumbuh lebih cepat dengan laju kecepatan sebesar 3,2%.