KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) untuk periode 1-29 Februari 2024 naik 4,06% menjadi US$ 806,40 per ton. Harga referensi CPO pada periode 1-15 Januari 2024 tercatat hanya sebesar US$ 774,93 per ton. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga CPO terjadi disebabkan karena adanya penurunan produksi CPO di Malaysia. Selain itu, ekspektasi cuaca yang tidak bersahabat juga akan menurunkan produksi di Indonesia. “Permintaan menjelang liburan tahun baru Imlek juga mendukung harga. Namun turunnya harga minyak makan sejenis seperti soy bean masih akan terus menahan kenaikan,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Jumat (2/2).
Penurunan Produksi Mengangkat Harga CPO
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) untuk periode 1-29 Februari 2024 naik 4,06% menjadi US$ 806,40 per ton. Harga referensi CPO pada periode 1-15 Januari 2024 tercatat hanya sebesar US$ 774,93 per ton. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga CPO terjadi disebabkan karena adanya penurunan produksi CPO di Malaysia. Selain itu, ekspektasi cuaca yang tidak bersahabat juga akan menurunkan produksi di Indonesia. “Permintaan menjelang liburan tahun baru Imlek juga mendukung harga. Namun turunnya harga minyak makan sejenis seperti soy bean masih akan terus menahan kenaikan,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Jumat (2/2).