Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, Kementerian ESDM Kejar Target 18 Juta KL



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi mandatori biodiesel 50% atau B50 terus diperluas di berbagai wilayah Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penyaluran B50 telah mencapai 3,4 juta kiloliter hingga Senin (7/9/2026).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan, total penyerapan biodiesel sepanjang tahun ini telah mencapai 10,69 juta kiloliter.

Jumlah tersebut mencakup penyaluran biodiesel 40% (B40) yang mencapai 7,273 kiloliter sebelum pemerintah beralih ke implementasi B50 mulai Juli 2026.


"Dengan total telah disalurkan 10,69 juta kiloliter, penyalurannya kita prediksi hingga Desember nanti akan bisa tersalurkan dengan baik," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: 362 SPBU Masih Transisi untuk Salurkan B50, Begini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Dari sisi infrastruktur, penyaluran biodiesel tersebut telah didukung oleh 104 titik serah hingga awal September 2026. Sebanyak 76 terminal titik serah telah menyalurkan B50, sementara 28 terminal lainnya masih berada dalam masa transisi dari B40 menuju B50.

Sementara itu, dari sisi penyalur eceran, sebanyak 6.050 SPBU di Indonesia telah merealisasikan penyaluran B50. Adapun 362 SPBU lainnya masih dalam proses transisi dari B40 ke B50.

"Kalau kita melihat jumlah SPBU di Indonesia menurut data dari Pertamina Patra Niaga, ini sudah ada 94% yang sudah menyalurkan (B50)," lanjut Eniya.

Pemerintah menilai implementasi B50 memiliki peran strategis dalam menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Dengan asumsi pemanfaatan biodiesel mencapai 18 juta kiloliter, penghematan bahan bakar fosil diperkirakan setara dengan 310.000 barel per hari (barel per day/bpd).

Baca Juga: Kapasitas PLTS Indonesia Capai 1,5 GW, Industri Siap Pacu Pembangkit Tenaga Surya

"Ini bisa setara dengan 310.000 barel per day. Kalau lifting minyak kita 610.000 barel per day, maka lifting minyak dari nabati ini bisa setengahnya, sudah mencapai setengahnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Eniya mengatakan pemerintah juga terus memastikan ketersediaan fatty acid methyl ester (FAME) sebagai bahan baku utama biodiesel. Pasokan FAME dari badan usaha bahan bakar nabati ditargetkan mencapai 16,8 juta hingga 18 juta kiloliter sampai akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News