Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga Juni 2020 baru 70%, ini kendalanya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga Juni 2020 masih sekitar 73,3% dari target 9 juta penerima.BST merupakan salah satu program jaring pengaman sosial untuk menanggulangi dampak ekonomi dari pandemi virus corona (Covid-19).

Salah satu faktor penyebabnya adalah masih belum terpenuhinya jumlah penerima BST. "Sebagai informasi data yang masuk di Kemensos ada 8.366.000 keluarga, masih kurang 640.000 keluarga yang kami minta ke daerah," ujar Menteri Sosial Juliari Batubara saat konferensi pers, Rabu (17/6).

Baca Juga: Anggaran penanganan Covid-19 bertambah, ini perusahaan pelat merah yang dapat PMN


Dari angka yang sudah ada, keluarga yang telah menerima BST sebanyak 6,59 juta keluarga. Hal tersebut menyerap anggaran sebesar Rp 3,96 triliun.

Selain itu kendala penyaluran juga menjadi masalah dalam pemberian BST. BST yang dikirimkan melalui bank milik pemerintah atau pun kantor pos sulit menjangkau daerah terpencil.

"Kendala lain juga mengenai beberapa daerah di remote area kami akan lakukan penyaluran sekaligus 3 tahap," terang Juliari.

Sementara itu ntuk Program Keluarga Haeapan (PKH), realisasi per bulan Juni 2020 sudah 95,4%. Yakni 9,54 juta keluarga penerima manfaat sudah menerima dana total Rp 2,42 triliun.

Baca Juga: Bansos sembako diperpanjang sampai akhir tahun, semuanya dikelola Kemensos

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Juni 2020 sudah tersalurkan kepada 18.331.273 KPM dari target 20 juta KPM. Target ini dinilai Juliari belum bisa tercapai 100%.

Bansos sembako di kawasan Jabodetabek pun juga telah masuk penyaluran tahap kelima. Terdapat 1,9 juta keluarga yang ditargetkan menerima bantuan sembako tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli