KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (kg) berbasis teknologi belum akan menjadi solusi paling ampuh untuk menekan angka kebocoran subsidi. Langkah pengetatan sistem penyaluran yang tengah disiapkan Kementerian Keuangan bersama PT Pertamina (Persero) tersebut dianggap masih menyimpan celah pelanggaran yang berpotensi membengkakkan anggaran. Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan, skema subsidi barang yang diterapkan saat ini menjadi akar utama terjadinya ketidaktepatan sasaran penyaluran di lapangan.
Penyaluran BBM dan LPG Subsidi Butuh Teknologi, Ekonom Ini Sarankan Subsidi Orang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (kg) berbasis teknologi belum akan menjadi solusi paling ampuh untuk menekan angka kebocoran subsidi. Langkah pengetatan sistem penyaluran yang tengah disiapkan Kementerian Keuangan bersama PT Pertamina (Persero) tersebut dianggap masih menyimpan celah pelanggaran yang berpotensi membengkakkan anggaran. Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan, skema subsidi barang yang diterapkan saat ini menjadi akar utama terjadinya ketidaktepatan sasaran penyaluran di lapangan.