Penyaluran BLTS Kesra Masuki Batas Akhir, Pemerintah Awasi Ketepatan Penerima



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau hari terakhir, Selasa (30/12/2025) penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kantorpos Cikini, Jakarta Pusat, memastikan seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Hari ini hari terakhir waktu yang diberikan kepada PT Pos Indonesia untuk menyalurkan BLTS Kesra. Kami ingin memastikan proses ini tuntas dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Saifullah Yusuf dalam siaran pers, Kamis (1/1/2026).

Penyaluran BLTS Kesra dilakukan melalui dua saluran, yaitu Himbara dan PT Pos Indonesia, dengan total penerima sekitar 33–35 juta KPM. Sekitar 18 juta penerima ditangani PT Pos, termasuk sekitar 71.000 KPM di Jakarta dari total 500.000 penerima se-DKI.


Baca Juga: Kemensos Pastikan Bantuan BLTS Kesra Tuntas Akhir November 2025

Selain menjamin distribusi bantuan, pemerintah menekankan akurasi data penerima. Pemutakhiran dilakukan bersama BPS, pemerintah daerah, serta kanal aduan publik seperti aplikasi Cek Bansos dan call center 021-171.

Anggaran BLTS Kesra meningkat dari sekitar Rp74 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun seiring perluasan sasaran penerima. Pemerintah menargetkan program ini menjaga daya beli masyarakat dan mendorong kemandirian keluarga rentan.

Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menyatakan penyaluran dilakukan hingga pukul 00.00, termasuk layanan jemput bola untuk lansia, warga sakit, dan penyandang disabilitas.

Pada wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, penyaluran dilakukan secara manual karena keterbatasan infrastruktur, dengan progres telah mencapai hingga 89 persen.

“Pos Indonesia memastikan tidak ada KPM yang tertinggal,” kata Haris.

Baca Juga: BRI Siap Salurkan BLTS Kesra Kepada 35 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Beberapa penerima yang ditemui menyampaikan bantuan sebesar Rp 900.000 bagi tiga bulan ini sangat membantu kebutuhan dasar, mulai dari pangan hingga biaya kesehatan dan listrik.

Kemensos menegaskan penyaluran akan terus diperbaiki, terutama dari sisi pendataan, agar bantuan semakin akurat dan akuntabel. Program ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan hidup keluarga rentan, tetapi juga mendorong lebih banyak penerima untuk lepas dari ketergantungan bantuan sosial.

Selanjutnya: Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Akuisisi SPBU Esso di Singapura

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News