Penyaluran Kredit Bank Mandiri Naik 10,58% pada Awal Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memacu bisnis diawal tahun dengan menyalurkan kredit (bank only) senilai Rp 821,3 triliun di Januari 2022. Realisasi itu mengalami pertumbuhan 10,58% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 742,73 triliun. 

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi AS Aturridha menyatakan pertumbuhan itu ditopang oleh pertumbuhan dari sektor perkebunan, pertambangan bahan logam dan energi & air. Ini juga sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, kami optimis kinerja kredit dapat kembali tumbuh dengan baik pada tahun 2022.

"Bank Mandiri memproyeksi kredit tumbuh di atas 8% YoY dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di 2022. Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri akan terus menggali seluruh potensi yang ada," ujar Rudi kepada Kontan.co.id beberapa hari lalu.


Lanjutnya, Bank Mandiri akan menyasar pada sektor-sektor yang diperkirakan masih prospektif dan sesuai dengan risk appetite perseroan. Ia memberikan contoh seperti  perkebunan, konstruksi infrastruktur, telekomunikasi, FMCG, serta energi.

Baca Juga: Bank BJB Syariah Akan IPO pada Semester II 2022

Asal tahu saja, Asal tahu saja, secara konsolidasi mampu mencatatkan kredit senilai Rp 1.050,16 triliun di sepanjang 2021. Nilai itu tumbuh 8,86% year on year (yoy) dibandingkan 2020 sebesar Rp 964,72 triliun.

Kredit korporasi masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan realisasi mencapai Rp 370 triliun atau tumbuh sebesar 8% yoy secara konsolidasi. Sementara itu, kredit komersial mencatat pertumbuhan tertinggi di tahun 2021 sebesar 9,7% secara yoy menjadi sebesar Rp 174 triliun.

Sedangkan, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri terus mencatat peningkatan signifikan sebesar 15% secara tahunan dengan nilai realisasi menembus Rp 103,5 triliun. 

Realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri berhasil memenuhi target yang dipatok oleh pemerintah pada tahun 2021 sebesar Rp 35 triliun kepada lebih dari 371.000 debitur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi