KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit investasi terus mengalir di tengah pemulihan ekonomi. Bank Indonesia mencatat kredit investasi tumbuh 11,5% year on year (YoY) menjadi Rp 1.663,8 triliun pada tahun 2022. "Terutama di dorong oleh sektor konstruksi serta sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan," mengutip Analisis Uang Beredar BI pada Minggu (12/3). Kredit Investasi sektor konstruksi pada Desember 2022 tumbuh 1,9% secara YoY seiring dengan perkembangan kredit pada sub sektor bangunan jalan tol. Sementara pada sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 27,2% yoy terutama pada kredit sub sektor pengolahan data.
Kenaikan penyaluran kredit juga dirasakan oleh sejumlah perbankan di awal tahun ini. Lihat saja, PT Bank Mandiri yang mencatat pertumbuhan 12,1% YoY pada Januari 2023 untuk dan tumbuh stabil dalam beberapa bulan terakhir. Penyaluran kredit Bank Mandiri secara bankwide tumbuh juga 11,5% YoY di Januari 2023, lebih tinggi dari penyaluran kredit perbankan nasional yang hanya 10.53% YoY. "Kami melihat permintaan kredit investasi akan meningkat khususnya pada semester II tahun 2023 sejalan dengan selesainya berbagai proses tender baik dari Pemerintah maupun sektor swasta," ungkap Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin kepada kontan.co.id, belum lama ini. Baca Juga: Dorong Penjualan Kendaraan Jelang Lebaran Pameran Mobil Makin Gencar Menyapa Konsumen Siddik menjelaskan, permintaan kredit investasi banyak berasal dari sektor industri makanan & minuman, sektor jasa konstruksi infrastruktur, sektor pemerintahan dan sektor jasa transportasi air (Barang). Ke depannya, Bank Mandiri akan tetap memfokuskan arah tumbuh kreditnya ke sektor-sektor prospektif dengan tetap menjaga aspek kehati-hatian dan mempertimbangkan kondisi makroekonomi.