Penyaluran Kredit Manufaktur Bank Mandiri Tetap Moncer di Tengah Gejolak Global



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tetap mencermati dinamika global, termasuk kenaikan harga energi yang berpotensi menekan sektor-sektor dengan intensitas energi tinggi seperti manufaktur dan perdagangan. 

Meski menghadapi tekanan biaya energi dan logistik, Bank Mandiri menilai sektor pengolahan (manufaktur) dan perdagangan masih memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional serta prospek jangka panjang yang positif, khususnya pada industri bernilai tambah tinggi. 

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan, kedua sektor tersebut tetap menjadi fokus strategis perseroan dalam penyaluran kredit guna memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.


Baca Juga: Penyaluran Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tumbuh 15,23% Hingga Agustus 2025

Hingga akhir Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri ke sektor manufaktur tercatat tumbuh 11,37% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 203,7 triliun.

Sementara itu, kredit ke sektor perdagangan meningkat 6,59% YoY menjadi Rp125,6 triliun.

“Pada saat yang sama, kualitas kredit pada kedua sektor tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah dan terkendali,” ujar Adhika kepada kontan.co.id, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan resiliensi pelaku usaha di tengah tekanan global, khususnya terkait kenaikan harga energi dan biaya logistik.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memantau perkembangan risiko, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap dinamika global.

 
BMRI Chart by TradingView

Penyaluran kredit pun akan tetap dilakukan secara prudent dan selektif dengan mengedepankan manajemen risiko yang komprehensif.

Selain itu, perseroan juga akan mendorong akselerasi sektor manufaktur dan perdagangan melalui berbagai inisiatif, seperti sinergi pembiayaan, layanan advisory, serta penyediaan solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tembus Rp 412,13 Triliun per Agustus 2025

Dalam implementasinya, Bank Mandiri tetap mempertimbangkan sejumlah aspek penting, mulai dari kapasitas usaha, prospek pasar, efisiensi operasional, hingga tata kelola dan prinsip keberlanjutan.

“Bank Mandiri juga terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha dan mitra strategis dalam membangun ekosistem yang mendukung sektor produktif serta penguatan ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News