Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro Capai Rp 1,01 Triliun per April 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pinjaman industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tercatat mengalami pemburukan kinerja secara tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan penyaluran pinjaman LKM per April 2026 mencapai Rp 1,01 triliun. Jika ditelaah, nilainya terkontraksi 4,72% dibandingkan posisi April 2025.

"Penyaluran posisi per April 2025 sebesar Rp 1,06 triliun," ucapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (5/6).


Namun, penyaluran pinjaman LKM per April 2026 mengalami pertumbuhan tipis sebesar 1% dibandingkan pencapaian per Maret 2026 yang sebesar Rp 1 triliun.

Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset LKM per April 2026 mencapai Rp 1,58 triliun. Adapun aset LKM per April 2026 tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,86% jika dibandingkan posisi per April 2025 yang sebesar Rp 1,61 triliun.

Baca Juga: 14 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum Rp 12,5 Miliar

Jika ditelaah, nilai aset LKM per April 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 3,27% dibandingkan pencapaian per Maret 2026 yang sebesar Rp 1,53 triliun.

Sementara itu, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) menyampaikan industri LKM perlu menerapkan sejumlah upaya guna meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman.

Ketua Umum Aslindo Burhan menerangkan salah satu upayanya, yakni penyelenggara LKM perlu meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.

"Hal itu perlu terus digencarkan agar LKM makin dikenal masyarakat," ungkapnya kepada Kontan.

Selain itu, Burhan mengatakan LKM perlu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan. Dia bilang asosiasi juga mendorong LKM untuk melaksanakan sertifikasi bagi pengurus dan mengedepankan penguatan tata kelola yang baik.

"Ditambah, melakukan kerja sama dengan lembaga lain dalam hal permodalan dan penguatan sumber daya manusia," kata Burhan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News