Penyaluran Rumah Subsidi 2025 Tembus 350.000 Unit, Tertinggi Sepanjang Sejarah FLPP



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan realisasi penyaluran rumah subsidi sepanjang 2025 mencapai sekitar 350.000 unit. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mulai dijalankan pada 2010.

Maruarar mengatakan, selama 15 tahun pelaksanaan program FLPP, rekor penyaluran rumah subsidi sebelumnya berada di kisaran 228.000 unit. Namun, pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, realisasi penyaluran rumah subsidi meningkat signifikan hingga sekitar 350.000 unit.

“Selama 15 tahun, dari 2010 sampai 2025, pencapaian tertinggi baru terjadi pada masa Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya rekor tertinggi sekitar 228 ribu unit. Pada tahun 2025 realisasi rumah subsidi mencapai sekitar 350 ribu unit dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Maruarar dalam peresmian akad massal 62.710 unit KPR rumah subsidi di Batang, yang dipantau secara daring, Kamis (30/7/2026).


Menurut Maruarar, peningkatan penyaluran rumah subsidi tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah.

Baca Juga: Alarm Ditjen Pajak! Nyaris Seluruh Kanwil Gagal Capai Target Pajak di 2025

Beberapa kebijakan tersebut meliputi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pembebasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), serta suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang tetap sebesar 5%.

Ia menambahkan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih menjadi bank dengan penyaluran rumah subsidi terbesar di Indonesia.

Sementara itu, pada kelompok bank swasta, Bank Nobu tercatat sebagai penyalur rumah subsidi terbesar. Adapun pada kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), posisi penyalur terbesar ditempati oleh Bank Jateng.

Maruarar juga memaparkan lima provinsi dengan realisasi penyaluran rumah subsidi terbesar sepanjang 2025. Jawa Tengah menempati posisi pertama, diikuti Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Baca Juga: Remunerasi Kepala Daerah Tak Berubah 26 Tahun, APKASI Minta Aturan Direvisi

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar, yang akrab disapa Ara, turut menyampaikan apresiasi kepada para mitra pengembang yang berperan dalam mendukung keberhasilan program rumah subsidi.

Berdasarkan data Kementerian PKP, Realestat Indonesia menjadi asosiasi pengembang dengan realisasi pembangunan rumah subsidi terbesar, yakni mencapai 49.709 unit.

Posisi berikutnya ditempati oleh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dengan realisasi 34.231 unit rumah subsidi. Sementara itu, Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) berada di posisi ketiga dengan realisasi sebanyak 16.113 unit.

"Saya harus sampaikan ini karena para pengembang rumah subsidi memiliki resiko yang besar. Mereka beli tanah, membangun dan kemudian menjualnya Pak," tegas Ara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News