KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran rumah subsidi hingga akhir kuartal III 2026 masih jauh dari target pemerintah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai daya beli masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki rumah. Berdasarkan data realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penyaluran hingga akhir kuartal III 2026 baru mencapai 160.070 unit atau 45,73% dari target 350.000 unit. Dari total realisasi tersebut, hanya 17 unit yang merupakan hunian vertikal, sedangkan mayoritas berupa rumah tapak. Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto menilai, rendahnya penyaluran rumah subsidi tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan perubahan gaya hidup generasi Z yang dinilai lebih memilih membelanjakan pendapatan untuk liburan atau mencari pengalaman.
Penyaluran Rumah Subsidi Baru 45,73% dari Target, Daya Beli Jadi Kendala
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran rumah subsidi hingga akhir kuartal III 2026 masih jauh dari target pemerintah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai daya beli masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki rumah. Berdasarkan data realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penyaluran hingga akhir kuartal III 2026 baru mencapai 160.070 unit atau 45,73% dari target 350.000 unit. Dari total realisasi tersebut, hanya 17 unit yang merupakan hunian vertikal, sedangkan mayoritas berupa rumah tapak. Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto menilai, rendahnya penyaluran rumah subsidi tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan perubahan gaya hidup generasi Z yang dinilai lebih memilih membelanjakan pendapatan untuk liburan atau mencari pengalaman.
TAG: