Penyerapan anggaran kementerian perindustrian rendah



JAKARTA. Memasuki semester kedua tahun ini, penyerapan anggaran di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih sangat rendah. Hingga 31 Juli lalu, Kementerian Perindustrian baru menggunakan 32,74% dari total anggaran. Asal tahu saja, tahun ini, Kementerian Perindustrian memperoleh anggaran sebesar Rp 1,67 triliun. Namun, yang baru terpakai Rp 545,11 miliar. Realisasi paling banyak di Sekretariat Jenderal yang sudah menggunakan Rp 158,41 miliar dari total Rp 372,27 miliar. Kemudian, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Rp 146,42 miliar dari plafon Rp 334,16 miliar, Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) menggunakan Rp 100,27 miliar dari total Rp 349,24 miliar, Ditjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Rp 48,8 miliar, serta Ditjen Industri Agro Kimia Rp 42,95 miliar. Sedang untuk ditjen yang lainnya, masih dibawah Rp 40 miliar.Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, rendahnya penyerapan anggaran ini karena masih banyak program yang belum selesai seperti revitalisasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih dalam tahap finalisasi. "Revitalisasi ini mengunakan anggaran Rp 236 miliar," kata Hidayat, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9).Selain itu, Hidayat mengatakan banyak kontrak-kontrak pekerjaan melalui lelang baru terealisasi 39%. Kontrak tersebut terdiri dari 335 paket pekerjaan tapi baru terlaksana 110 paket. "Selain itu, banyak program yang baru akan dilaksanakan pada semester kedua ini," kata Hidayat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Edy Can