Penyerapan rights issue BUMI minim



JAKARTA. PT Bumi Tbk (BUMI) gagal meraup dana rights issue seperti yang ditargetkan. Mayoritas pemegang saham BUMI tidak mengeksekusi haknya pada pelaksanaan rights issue yang digelar beberapa waktu lalu.

Ari Saptari Hudaya, Direktur Utama BUMI menjelaskan dari total 32,19 miliar saham yang ditawarkan, yang terserap hanya 15,85 miliar. Dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham, maka total nilai rights issue hanya Rp 3,61 triliun. 

Padahal, manajemen berharap, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp 8,04 triliun. Oleh karena itu, BUMI pun batal menerbitkan sekitar 16,34 miliar sisa saham dan memasukkannya kembali ke dalam portepel perusahaan.


Alhasil, BUMI tidak bisa membayar tanggungan utang kepada sejumlah kreditur dengan total nilai Rp 3,16 triliun atau sekitar US$ 275 juta.

"Penerbitan saham baru mengalami kekurangan permintaan dna para kreditur tidak bersedia menerima pembayaran pinjaman dalam bentuk saham," ujar Ari, Senin (6/10). 

Kreditur-kreditur yang dimaksud adalah Axis Bank LImited, Credit Suisse, Deutsche Bank, UBS AG, dan China Development Bank (CDB). Menurut Ari, pihaknya sedang melakukan negosiasi terkait hal ini.

Tidak hanya itu, BUMI juga tidak ada alokasi dana untuk membiayai proyek-proyeknya, terutama proyek yang dimiliki Gallo Oil (Jersey) Ltd dan PT Gorontalo Minerals. Namun, pihaknya mendapatkan project financing dan para kontraktor bersedia dibayar dengan saham. 

Dengan demikian, dana hasil rights issue hanya bisa digunakan untuk modal kerja yang meliputi biaya operasional dan pembayaran bunga. Nilainya seebsar Rp 161 miliar atau sekitar US$ 14 juta. Kemudian, pelunasan sebagian fasilitas pinjaman milik China Investment Corporation (CIC) melalui Country Forest Limited (CFL). 

Nilai pinjaman setara dengan US$ 150 juta atau Rp 1,72 triliun. Ini merupakan bagian dari tukar utang dengan saham (debt to equity swap) antaran BUMI dan CIC. Jadi, bukan dana tunai yang dibuhkan, melainkan saham. 

Selanjutnya, untuk pelunasan seluruh utang BUMI kepada Castleford Investment Holdings Ltd dengan nilai dan mekanisme yang sama dengan CIC. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia