Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi, Stok di SPBU Swasta Jakarta Selatan Belum Lengkap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wajah papan harga di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berubah drastis sejak Sabtu, 18 April 2026. PT Pertamina (Persero) resmi mengerek harga sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dengan kenaikan yang cukup signifikan.

Berdasarkan pantauan Kontan.co.id pada Senin (20/4/2026) di sejumlah titik di wilayah Jakarta Selatan, kenaikan harga ini rupanya dibarengi dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya normal. Terutama untuk jenis BBM dengan angka oktan (RON) tinggi mulai dari 92 hingga 95, ketersediaan stok di beberapa SPBU milik swasta terpantau masih tersendat.

Di SPBU BP-AKR yang berlokasi di bilangan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pemandangan nampak berbeda dari hari biasanya. Dari sekian jenis BBM yang ditawarkan, hanya tersedia pasokan BP Ultimate Diesel yang kini dibanderol seharga Rp 25.560 per liter. Sementara itu, untuk produk andalan lainnya seperti BP 92 dan BP Ultimate terpantau belum tersedia bagi para pengendara.


Baca Juga: Prabowo Panggil Mendikti dan Menteri KP ke Istana Siang Ini

Kondisi yang lebih menantang terlihat di SPBU Shell wilayah Jakarta Selatan. Dalam pantauan lapangan di awal pekan ini, pasokan BBM untuk semua jenis di SPBU asal Belanda tersebut nampak belum tersedia. Papan informasi ketersediaan produk belum menunjukkan adanya stok yang bisa diserap oleh konsumen, membuat aktivitas di lokasi tersebut cenderung lengang.

Bergeser ke SPBU Vivo di wilayah Kemang, Jakarta Selatan, ketersediaan pasokan juga masih terbatas. Di lokasi ini, hanya tersedia BBM jenis Revvo 92 yang dijual di level Rp 12.390 per liter, yang artinya tidak mengalami kenaikan harga. Namun, bagi pengguna Revvo 95 dan Diesel Primus Plus nampaknya harus gigit jari karena stoknya belum tersedia.

Kontras dengan kondisi di SPBU swasta, ketersediaan pasokan di SPBU Pertamina Lenteng Agung justru terpantau komplit. Seluruh jenis BBM non-subsidi tersedia untuk konsumen, namun tentu saja dengan beberapa label harga baru.

Di antaranya, Pertamax Turbo kini berada di level Rp 19.400 per liter, Pertamax Green 95 dipatok Rp 12.900 per liter, Pertamax 92 di angka Rp 12.300, dan Pertamina Dex menembus Rp 23.900 per liter.

Lonjakan harga yang diberlakukan Pertamina sejak dua hari lalu memang tergolong tajam untuk beberapa produk tertentu. Sebagai gambaran, Pertamax Turbo meroket menjadi Rp 19.400 per liter dari harga sebelumnya yang hanya Rp 13.100 per liter. Begitu juga dengan Dexlite yang kini harus ditebus di angka Rp 23.600 per liter, melonjak drastis dari level sebelumnya di Rp 14.200 per liter.

Kenaikan ini pun diikuti oleh harga Pertamina Dex yang kini bertengger di posisi Rp 23.900 per liter, naik jauh dari level sebelumnya sebesar Rp 14.500 per liter.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 2 Aturan Baru untuk Perpecat Pelaksanan Kopdes Merah Putih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News