KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus melemah. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, nilai tukar rupiah hingga hingga 31 Oktober 2022 mengalami depresiasi 8,62% dibandingkan level terakhir tahun 2021 atau secara year to date (ytd). Sri Mulyani mengatakan, pelemahan rupiah ini juga sejalan dengan ketidakpastian global seiring dengan menguatnya mata uang Amerika Serikat (AS) serta pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif. “Tren depresiasi nilai tukar ini terjadi di negara berkembang, didorong menguatnya dolar AS akibat kebijakan moneter yang diadopsi The Fed, juga naiknya ketidakpastian keuangan global karena pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat terutama di AS,” terang Sri Mulyani dalam konferensi pers Stabilitas Sistem Keuangan IV, Kamis (3/11).
Per 31 Oktober 2022, Rupiah Terus Melemah 8,62% Sepanjang Tahun Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus melemah. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, nilai tukar rupiah hingga hingga 31 Oktober 2022 mengalami depresiasi 8,62% dibandingkan level terakhir tahun 2021 atau secara year to date (ytd). Sri Mulyani mengatakan, pelemahan rupiah ini juga sejalan dengan ketidakpastian global seiring dengan menguatnya mata uang Amerika Serikat (AS) serta pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif. “Tren depresiasi nilai tukar ini terjadi di negara berkembang, didorong menguatnya dolar AS akibat kebijakan moneter yang diadopsi The Fed, juga naiknya ketidakpastian keuangan global karena pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat terutama di AS,” terang Sri Mulyani dalam konferensi pers Stabilitas Sistem Keuangan IV, Kamis (3/11).