MALANG. Diet plastik yang digencarkan pemerintah membuka peluang baru bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Para perajin kain perca yakin bisa mengisi celah kebutuhan tas belanja yang terjangkau, sementara toko modern saat ini tak lagi menyediakan kantong plastik gratis. Salah satu industri kreatif yang memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait kantong plastik berbayar itu adalah UMKM kain perca Pelangi Nusantara (Pelanusa) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMKM tersebut membantu memberikan solusi, yakni dengan membuat tas hasil daur ulang sebagai pengganti kantong plastik. "Produk kami sebagai pengganti kantong plastik untuk berbelanja itu kami beri nama reusable bag atau tas yang bisa digunakan berulang-ulang karena lebih kuat dan mampu menampung belanjaan cukup banyak. Kantong ini juga banyak pilihan warna, motif dan ukurannya," kata penggagas Pelanusa, Yanti di Malang, Rabu (2/3).
Perajin tas perca menuai berkah dari diet plastik
MALANG. Diet plastik yang digencarkan pemerintah membuka peluang baru bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Para perajin kain perca yakin bisa mengisi celah kebutuhan tas belanja yang terjangkau, sementara toko modern saat ini tak lagi menyediakan kantong plastik gratis. Salah satu industri kreatif yang memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait kantong plastik berbayar itu adalah UMKM kain perca Pelangi Nusantara (Pelanusa) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMKM tersebut membantu memberikan solusi, yakni dengan membuat tas hasil daur ulang sebagai pengganti kantong plastik. "Produk kami sebagai pengganti kantong plastik untuk berbelanja itu kami beri nama reusable bag atau tas yang bisa digunakan berulang-ulang karena lebih kuat dan mampu menampung belanjaan cukup banyak. Kantong ini juga banyak pilihan warna, motif dan ukurannya," kata penggagas Pelanusa, Yanti di Malang, Rabu (2/3).