Perajin Tempe dan Tahu Makin Bergantung pada Kedelai Impor



JAKARTA. Angka ramalan II (ARAM II) Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai potensi penurunan produksi kedelai tahun ini, mengkhawatirkan banyak pihak. Sebab, para perajin tahu dan tempe akan semakin tergantung pada kedelai impor. Sementara para petani kedelai akan semakin berkurang karena mereka akan memilih komoditas pertanian lain yang lebih menguntungkan.Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny Kusbini menyatakan bahwa sebagian petani kedelai telah beralih ke tanaman lain. Ada yang beralih ke tanaman jagung atau jenis tanaman hortikultura seperti cabai. Lagi pula saat ini harga cabai sangat menggiurkan lantaran melambung menjadi Rp 25.000 per kilogram (kg) di tingkat petani.Di sisi lain, menurut Benny, harga kedelai sama sekali tidak menarik. "Harga saat ini kira-kira Rp 4.200 per kg. Tidak mengherankan jika mereka beralih ke tanaman lain," katanya, Senin (5/7).Apa yang dikatakan Benny juga diamini Muchlisin, seorang petani kedelai dari Jember, Jawa Timur. Muchlisin menyatakan bahwa harga kedelai sudah tidak menguntungkan petani lagi.Muchlisin yakin bahwa penurunan harga kedelai akibat banjir kedelai impor. Kedelai impor ini mudah dijumpai di pasar dan berharga lebih murah ketimbang kedelai lokal. "Maka, kita mencari tanaman lain yang lebih menguntungkan," katanya.Jenis-jenis tanaman lain yang menjadi pilihan petani kedelai selain jagung dan cabai, adalah semangka, sayuran seperti terong, dan kacang panjang. Semua jenis tanaman itu bisa dipanen dalam waktu tiga bulan.BPS memproyeksikan, produksi kedelai nasional tahun ini akan turun menjadi 927.380 ton atau 4,84% lebih rendah dibanding dengan tahun lalu. Produksi kedelai tahun 2009 adalah 974.510 ton. Produksi tahun lalu tersebut naik bila dibanding tahun 2008 yang hanya 775.700 ton saja.Penurunan itu akibat penyusutan luas panen seluas 44.350 ha dari tahun lalu menjadi 678.441 hektar, serta peralihan ke jenis tanaman lain.Penurunan produksi kedelai lokal sudah dirasakan kalangan perajin tahu tempe. Selama ini, produsen tahu dan tempe menyerap 90% konsumsi kedelai nasional yang sebanyak 2,3 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: