Perak Bangkit Lagi! Analis Proyeksikan Harga Melonjak ke US$200



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga perak (silver) mencatat salah satu sesi paling dramatis dalam sejarah perdagangan logam mulia pada Senin, 26 Januari. Dalam kurun waktu hanya sekitar 14 jam, kapitalisasi pasar perak tercatat berayun mendekati US$2 triliun, mencerminkan tingkat volatilitas yang sangat jarang terjadi di pasar komoditas global.

Lonjakan dan koreksi tajam ini memicu perhatian luas dari pelaku pasar, analis, hingga investor institusi, yang mulai mempertanyakan apakah peristiwa ini akan menjadi tolok ukur baru dalam mengukur volatilitas pasar logam mulia ke depan.

Lonjakan Tajam Pagi Hari, Koreksi Cepat Sore Hari

Pergerakan ekstrem dimulai sejak pagi hari waktu New York.


  • Pada pukul 09.00–13.00 ET, kapitalisasi pasar perak melonjak sekitar US$500 miliar.

  • Namun, reli tersebut berbalik arah secara cepat. Pada pukul 13.00–16.30 ET, nilai pasar perak justru menyusut tajam sekitar US$950 miliar.

  • Menariknya, pada sesi malam hari, pukul 16.30–22.30 ET, perak kembali pulih dengan tambahan kapitalisasi pasar sekitar US$500 miliar.

Baca Juga: Spanyol Klaim Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030, Maroko Siapkan Stadion Terbesar

Pola naik-turun yang sangat cepat ini jarang terlihat pada aset komoditas, bahkan untuk kelas aset yang dikenal volatil sekalipun.

Skala Pergerakan Lampaui Kapitalisasi Bitcoin

Sebagai perbandingan, total nilai kapitalisasi yang berpindah selama sesi perdagangan tersebut melebihi kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC), kripto terbesar di dunia, yang saat ini bernilai sekitar US$1,75 triliun.

Skala ini menempatkan sesi perdagangan perak tersebut sebagai salah satu yang paling luar biasa dalam sejarah terbaru pasar logam mulia.

Posisi Perak sebagai Aset Global

Saat ini, kapitalisasi pasar perak berada di kisaran US$6,3 triliun, meskipun harga dalam 24 jam terakhir tercatat turun sekitar 2,5% ke level US$112,58.

Dengan valuasi tersebut, perak menjadi aset paling bernilai kedua di dunia, hanya berada di bawah emas.

Sementara itu, emas mencetak rekor baru dengan harga menembus US$5.092 per ons, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$35,4 triliun.

Baca Juga: Sudah Tidak Rugi, Boeing Mencatatkan Laba Bersih US$ 8,22 miliar di Kuartal IV-2025

Proyeksi Harga Ambisius dari Analis

Reli tajam logam mulia ini menarik perhatian sejumlah analis pasar yang mulai mengemukakan proyeksi harga sangat agresif, yakni:

  • Emas menuju US$27.000 per ons

  • Perak menuju US$200 per ons

Proyeksi tersebut didasarkan pada pandangan bahwa permintaan logam mulia kini berkembang jauh melampaui peran tradisionalnya sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan instrumen moneter, serta semakin dipandang sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian global.

Selanjutnya: Multi Bintang (MLBI) Berencana Akusisi 99,9% Saham PT Karya Distilindo Sejahtera

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 3 Ganda Indonesia ke 16 Besar, Segel 1 Tiket 8 Besar