KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga perak melonjak dan ditutup di atas US$ 100 per ons troi untuk pertama kalinya. Di sisi lain, harga emas cetak mencapai rekor lain dalam perjalanan menuju US$ 5.000 per ons tri karena investor berbondong-bondong ke aset
safe-haven di tengah gejolak geopolitik dan ekspektasi akan pemotongan suku bunga Amerika Serikat (AS). Jumat (23/1/2026), harga perak spot ditutup melonjak 7% ke US$ 102,1911 per ons troi. Ini jadi rekor penutupan tertinggi perak sepanjang masa. "Perak diperkirakan akan terus diuntungkan dari banyak faktor yang sama yang mendukung permintaan investasi emas," kata Philip Newman, direktur di Metals Focus.
"Dukungan tambahan akan datang dari kekhawatiran tarif yang berkelanjutan dan likuiditas fisik yang masih rendah di pasar London."
Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Melonjak Hampir 3%: Sanksi Iran & Krisis Pasokan Guncang Pasar! Logam putih ini telah melonjak lebih dari 200% dalam setahun terakhir, juga didorong oleh tantangan yang berkelanjutan dalam meningkatkan pemurnian logam dan kekurangan pasokan yang terus-menerus di pasar. Di sisi lain, harga emas spot ditutup naik 1,03% menjadi US$ 4.987,49 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh rekor US$ 4.988,17. Sejalan, harga emas kontrak berjangka untuk pengiriman Februari 2026 ditutup menguat 1,4% ke US$ 4.979,7 per ons troi. "Peran emas sebagai aset aman dan diversifikasi di masa ekonomi dan politik yang sangat tidak pasti menjadikannya kebutuhan bagi portofolio strategis. Ini lebih dari sekadar badai sempurna yang tidak berlangsung lama, ini adalah tanda perubahan mendasar di masa depan," kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen. Sejak awal tahun 2026, gesekan antara AS dan NATO terkait Greenland, kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve, dan ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai tarif telah mendorong lonjakan permintaan aset aman. Pembelian oleh bank sentral dan pergeseran yang lebih luas dari dolar juga mendukung kenaikan harga emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas sering kali menjadi pilihan selama periode suku bunga rendah. Emas mencapai tonggak penting—seperti tembus ke atas US$ 3.000 per ons troi dan US$ 4.000 per ons troi untuk pertama kalinya tahun lalu pada bulan Maret dan Oktober, masing-masing, didorong oleh pemotongan suku bunga AS dan konflik di seluruh dunia. Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan bahwa mereka memperkirakan pemotongan suku bunga AS akan meningkat akhir tahun ini setelah penunjukan ketua Fed yang baru, sebuah langkah yang seharusnya kembali mendorong harga emas.
Baca Juga: Bos Goldman Sachs David Solomon Jadi CEO dengan Bayaran Tertinggi di Wall Street Platinum spot mencapai rekor tertinggi usai ditutup menguat 5,34% ke US$ 2.778,6 per ons troi.
Logam ini menarik permintaan investor sebagai alternatif yang lebih murah daripada emas, kata HSBC, menambahkan bahwa mereka memperkirakan defisit struktural di pasar ini akan melebar menjadi 1,2 juta ons tahun ini. Sementara itu, Palladium juga melonjak ke atas US$ 2.000 per ons troi usai ditutup melonjak 5,5% menjadi US$ 2.017,7 per ons troi.