KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman krisis energi global kian terasa dan berimbas langsung ke Indonesia. Tekanan ini terutama dipicu faktor eksternal seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok, sehingga pemerintah dinilai perlu memperkuat peran BUMN energi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menegaskan, dinamika global, terutama di Timur Tengah, telah mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga sekitar US$ 110 per barel, atau naik sekitar 60% sejak awal tahun. "Ancaman ketahanan energi kita tidak sepenuhnya berasal dari dalam negeri, tetapi sangat dipengaruhi faktor global yang sulit dikendalikan," ujarnya dalam forum diskusi energi di Jakarta seperti dikutip Selasa (14/4/2026).
Peran BUMN Energi Dinilai Perlu Diperkuat Saat Harga Minyak Bergejolak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman krisis energi global kian terasa dan berimbas langsung ke Indonesia. Tekanan ini terutama dipicu faktor eksternal seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok, sehingga pemerintah dinilai perlu memperkuat peran BUMN energi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menegaskan, dinamika global, terutama di Timur Tengah, telah mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga sekitar US$ 110 per barel, atau naik sekitar 60% sejak awal tahun. "Ancaman ketahanan energi kita tidak sepenuhnya berasal dari dalam negeri, tetapi sangat dipengaruhi faktor global yang sulit dikendalikan," ujarnya dalam forum diskusi energi di Jakarta seperti dikutip Selasa (14/4/2026).
TAG: