Perang Belum Reda: Putin dan Zelenskiy Umumkan Gencatan Senjata Versi Masing-Masing



KONTAN.CO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin mengumumkan gencatan senjata selama dua hari pada 8–9 Mei dalam konflik dengan Ukraina untuk memperingati kemenangan Rusia dalam Perang Dunia II. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menanggapi dengan usulan penghentian tembak-menembak versi Kyiv yang dimulai lebih awal, yakni pada malam 5–6 Mei.

Mengutip Reuters, Putin sebelumnya telah menyebut kemungkinan gencatan senjata bertepatan dengan peringatan 81 tahun kemenangan Soviet dalam Perang Dunia II dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.

Namun, Ukraina bersikap skeptis terhadap gagasan gencatan senjata singkat tersebut, dan menilai hal itu tidak mengarah pada penghentian perang jangka panjang.


Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan di Telegram bahwa gencatan senjata akan berlaku pada 8–9 Mei dan berharap Ukraina ikut menghormatinya. Rusia menyatakan pasukannya akan memastikan keamanan perayaan kemenangan atas Nazi Jerman dalam apa yang mereka sebut “Perang Patriotik Raya”.

Namun, Rusia juga memperingatkan bahwa setiap upaya Ukraina untuk mengganggu perayaan akan dibalas dengan serangan besar.

“Kami memperingatkan bahwa jika rezim Kyiv mencoba mengganggu perayaan, Angkatan Bersenjata Rusia akan meluncurkan serangan rudal besar ke pusat Kyiv,” demikian pernyataan Rusia.

Baca Juga: Bursa Asia Memerah Selasa (5/5) Pagi, Minyak Tetap Tinggi di Tengah Krisis AS-Iran

Rusia juga menyebut telah menahan diri sebelumnya atas dasar kemanusiaan dan menyarankan warga sipil Kyiv serta staf diplomatik asing untuk meninggalkan kota.

Sementara itu, Zelenskiy yang baru menghadiri KTT di Armenia menyatakan Ukraina akan melakukan gencatan senjata sendiri mulai 00.00 malam 5–6 Mei.

Ia menegaskan Rusia tidak menanggapi seruan gencatan senjata permanen dan menyebut Ukraina bertindak karena “nyawa manusia jauh lebih berharga daripada perayaan ulang tahun apa pun”.

Zelenskiy tidak menyebut durasi gencatan senjata, tetapi mengatakan Ukraina akan merespons secara simetris.

Ia juga menyebut usulan Rusia “tidak serius” dan menilai gencatan senjata sebelumnya saat Paskah Ortodoks juga dilanggar kedua pihak.

Latar belakang Hari Kemenangan

Rusia memperingati 9 Mei sebagai Hari Kemenangan Perang Dunia II, menandai penyerahan Nazi Jerman pada 1945. Biasanya diadakan parade militer besar di Moskow.

Namun tahun ini, Rusia disebut mengurangi penggunaan peralatan militer dalam parade karena kekhawatiran serangan drone Ukraina.

Ukraina sendiri meningkatkan serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia, termasuk target industri minyak.

Tonton: Bensin Campur Etanol 20% Pemerintah Targetkan Mulai 2028, Impor BBM Dipangkas

Pada hari yang sama, sebuah drone dilaporkan menghantam bangunan di Moskow, sementara puluhan drone lain berhasil dicegat.

Zelenskiy menyindir bahwa jika parade tanpa peralatan militer benar-benar terjadi, itu menunjukkan Rusia takut terhadap drone Ukraina.