KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China kian merambah industri otomotif. Pemerintahan Presiden Donald Trump kini menekan Ford Motor untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi, komponen, dan manufaktur dari China, langkah yang berpotensi mengubah strategi produksi industri otomotif AS. Mengutip laporan Reuters (9/9), Menteri Transportasi AS Sean Duffy menilai kemitraan Ford dengan produsen baterai CATL serta produsen otomotif Geely dan BYD menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional. Duffy mendesak Ford memutus hubungan dengan perusahaan-perusahaan China tersebut. Sorotan terbesar tertuju pada teknologi baterai. Ford menggunakan teknologi berlisensi CATL di fasilitas produksi baterainya di Marshall, Michigan. Bagi Washington, ketergantungan tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun rantai pasok kendaraan listrik (EV) domestik masih bergantung pada teknologi China.
Perang Dagang AS-China Kian Menekan Industri Otomotif Global
KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China kian merambah industri otomotif. Pemerintahan Presiden Donald Trump kini menekan Ford Motor untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi, komponen, dan manufaktur dari China, langkah yang berpotensi mengubah strategi produksi industri otomotif AS. Mengutip laporan Reuters (9/9), Menteri Transportasi AS Sean Duffy menilai kemitraan Ford dengan produsen baterai CATL serta produsen otomotif Geely dan BYD menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional. Duffy mendesak Ford memutus hubungan dengan perusahaan-perusahaan China tersebut. Sorotan terbesar tertuju pada teknologi baterai. Ford menggunakan teknologi berlisensi CATL di fasilitas produksi baterainya di Marshall, Michigan. Bagi Washington, ketergantungan tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun rantai pasok kendaraan listrik (EV) domestik masih bergantung pada teknologi China.
TAG: