Perang dagang dan kenaikan suku bunga menekan harga paladium



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama semester pertama tahun 2018, paladium mengalami penurunan. Paladium bahkan sempat dikatakan sebagai komodtas logam industri yang paling terpuruk.

Mengutip Bloomberg, harga paladium di New York Exchange Merchantile (Nymex) per akhir Juni, ditutup pada US$ 943 per ons troi. Dalam enam bulan pertama ini, harga paladium menurun 9,76%.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, ada dua sentimen yang membuat harga paladium bisa menurun. Pertama kenaikan suku bunga acuan oleh bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve dan perang dagang antara AS dan China. "Dua sentimen ini memang mengambil peran utama semua harga komuditas turun termasuk paladium," ujar Ibrahim, Rabu (4/7).


Paladium juga sempat terkoreksi pada bulan Mei-Juni. Menurut Ibrahim, sangat wajar jika paladium jatuh disaat harga emas dan platinum jatuh seperti saat ini.

Jika perang dagang berakhir, ada kemungkinan paladium akan menguat kembali. Bisa saja paladium menguat namun kemungkinan penguatannya tidak akan terlalu tajam.

Ibrahim memprediksikan harga paladium akan naik dengan rentang US$ 935-US$ 990 per ons troi. Akhir tahun, ia memperkirakan paladium akan menutup harga disekitar di US$ 967 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati