Perang Dagang Mereda, Uni Eropa Sepakat Pangkas Tarif Impor AS



KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Parlemen Eropa pada Selasa (16/6/2026) menyetujui pemangkasan bea masuk untuk sejumlah besar produk impor asal Amerika Serikat sebagai bagian dari implementasi kesepakatan dagang yang sebelumnya disepakati kedua pihak. Kesepakatan ini meredakan risiko eskalasi perang tarif antara dua ekonomi terbesar dunia.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kerangka kesepakatan dagang yang dicapai tahun lalu antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Uni Eropa dalam pertemuan di Turnberry, Skotlandia. Dalam kesepakatan tersebut, Uni Eropa sepakat menghapus tarif impor untuk barang industri asal AS, sementara Amerika Serikat akan mengenakan tarif 15% pada sebagian besar produk Eropa.

Kesepakatan itu sempat tertunda implementasinya selama hampir 11 bulan, memicu tekanan politik dari Washington. Trump bahkan mengancam akan memberlakukan tarif lebih tinggi jika Uni Eropa tidak segera menjalankan komitmen tersebut sebelum tenggat 4 Juli.


Baca Juga: Usai IPO, SpaceX Akuisisi Perusahaan Coding AI Senilai US$ 60 Miliar

Namun, dengan disetujuinya aturan oleh Parlemen Eropa, Uni Eropa kini diperkirakan dapat memenuhi kewajiban tersebut tepat waktu. Regulasi ini juga mencakup perpanjangan pembebasan bea masuk untuk impor lobster dari Amerika Serikat, sebuah kesepakatan kecil yang pertama kali dibuat pada masa jabatan Trump sebelumnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen Eropa untuk menepati kesepakatan dagang.

“Kesepakatan adalah kesepakatan dan Uni Eropa menjalankan bagiannya,” tulisnya di media sosial.

Dari sisi industri, pelaku usaha menyambut positif kepastian kebijakan ini. Chief Commercial Officer Volvo Cars, Erik Severinson, menilai kejelasan aturan tarif akan membantu perencanaan produksi dan rantai pasok, terutama bagi perusahaan yang memiliki operasi di kedua sisi Atlantik.

Meski demikian, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Di Amerika Serikat, implementasi tarif 15% terhadap produk Uni Eropa masih harus menyesuaikan sejumlah proses kebijakan domestik. Selain itu, Presiden Trump juga kembali memicu ketegangan dengan ancaman tarif 100% terhadap wine asal Prancis terkait isu pajak digital.

Situasi ini membuat prospek hubungan dagang transatlantik masih dinilai rapuh, meski kerangka kesepakatan telah terbentuk. Sejumlah analis menilai langkah Uni Eropa ini lebih merupakan upaya menjaga stabilitas jangka pendek sambil menunggu kepastian implementasi penuh dari pihak Amerika Serikat.

Regulasi baru Uni Eropa sendiri memiliki masa berlaku hingga akhir 2029 dan dilengkapi mekanisme pengamanan yang memungkinkan penghentian konsesi jika salah satu pihak melanggar kesepakatan.

Baca Juga: Kesepakatan Damai AS-Iran: Trump Jamin Iran Tak Akan Punya Senjata Nuklir

“Ini bukan akhir dari debat dagang transatlantik, tetapi kita telah meletakkan fondasi stabilitas di tengah ketidakpastian kebijakan AS,” ujar anggota Parlemen Eropa Karin Karlsbro.

Dengan persetujuan ini, kedua pihak kini berada pada tahap krusial untuk memastikan kesepakatan dagang tidak kembali memicu ketegangan tarif baru di masa mendatang.