KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat dan Iran pada Jumat berupaya mencari solusi diplomatik atas berbagai perselisihan yang memicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini juga diiringi peringatan dari Presiden Donald Trump bahwa opsi militer tetap terbuka. Washington ingin pembicaraan mencakup isu program nuklir, rudal balistik, dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata, serta perlakuan terhadap rakyat Iran. Namun, Teheran bersikeras agar pembahasan hanya fokus pada program nuklir dan menuntut pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium. Berdasarkan laporan
Reuters, berikut tujuh momen penting dalam hubungan pemerintahan Trump dan Iran dalam beberapa tahun terakhir:
1. AS Keluar dari Perjanjian Nuklir – Mei 2018 Pada masa jabatan pertamanya, Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang merupakan kebijakan luar negeri utama Presiden Barack Obama. Kesepakatan itu melonggarkan sanksi terhadap Iran sebagai imbalan pembatasan program nuklir untuk mencegah pembuatan senjata nuklir. Iran membantah tuduhan bahwa mereka mengembangkan senjata nuklir. 2. Jenderal Soleimani Tewas dalam Serangan Drone – Januari 2020 Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, tewas dalam serangan drone AS di Irak atas perintah Trump. AS menyebut serangan itu sebagai tindakan membela diri. Namun, penyelidik HAM PBB menyatakan pembunuhan tersebut melanggar hukum internasional. Iran sebelumnya juga menyerukan agar Trump diadili atas insiden tersebut.
Baca Juga: Harta Kekayaan Kevin Warsh: Calon Ketua The Fed Pilihan Trump 3. Upaya AS Aktifkan Kembali Sanksi PBB – Agustus 2020 AS mencoba mengaktifkan kembali seluruh sanksi PBB terhadap Iran setelah Dewan Keamanan PBB menolak upaya AS memperpanjang embargo senjata. Namun, langkah itu gagal karena mayoritas anggota Dewan Keamanan menilai AS tidak berhak menggunakan mekanisme JCPOA, mengingat Washington telah keluar dari perjanjian tersebut pada 2018. 4. AS Tuduh Warga Iran Terlibat Rencana Pembunuhan Trump – November 2024 Departemen Kehakiman AS mendakwa warga Iran bernama Farhad Shakeri, yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap Trump atas perintah Garda Revolusi Iran. Iran membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai rekayasa yang melibatkan Israel dan kelompok oposisi Iran di luar negeri untuk memperkeruh hubungan AS–Iran.
5. AS Serang Fasilitas Nuklir Iran – Juni 2025 Amerika Serikat menyerang sejumlah fasilitas nuklir utama Iran, bergabung dengan Israel dalam operasi militer Barat terbesar terhadap Iran sejak Revolusi Islam 1979. Iran kemudian meluncurkan serangan rudal ke pangkalan udara AS di Qatar, namun tidak menimbulkan korban. Konflik selama 12 hari dengan Israel pun berakhir tak lama setelah itu. Tingkat kerusakan fasilitas nuklir Iran masih menjadi perdebatan.
Baca Juga: Misteri Nuklir China: AS Sebut Uji Coba Diam-diam, Ada Bukti?