Perang Iran: Lembaga Keuangan dan Broker Besar Ramai-Ramai Kerek Harga Minyak Dunia



KONTAN.CO.ID - Sejumlah perusahaan pialang (brokerage) besar menaikkan proyeksi rata-rata harga minyak tahun 2026, setelah perang AS-Israel dengan Iran mendorong harga minyak melonjak tajam bulan ini.

Melansir Reuters, Macquarie pada Jumat (27/3/2026) menaikkan proyeksi harga minyak untuk tahun fiskal 2026. Mereka memperkirakan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) akan rata-rata berada di sekitar US$ 83 per barel, naik dari perkiraan sebelumnya US$ 58 per barel, dengan alasan adanya gangguan pasokan yang signifikan terkait konflik di Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak Brent diperdagangkan di level US$ 107,15 per barel pada pukul 21.13 GMT pada Kamis, sementara minyak mentah WTI AS berada di US$ 93,79 per barel.


Berikut ringkasan proyeksi harga minyak 2026–2027 dari sejumlah lembaga keuangan dan broker besar:

1. Macquarie memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 89,28/barel dan 2027 US$ 74,50/barel, sementara WTI 2026 dipatok US$ 82,93/barel dan 2027 US$ 70,50/barel. Macquarie menilai jika perang berlanjut hingga akhir Juni, harga minyak bisa melonjak hingga US$ 200/barel.

2. Morgan Stanley memperkirakan harga Brent pada 2026 akan tetap berada di atas US$ 80/barel untuk sisa tahun 2026.

3. Goldman Sachs memperkirakan Brent 2026 di US$ 85/barel dan 2027 US$ 80/barel, sementara WTI 2026 diproyeksikan US$ 79/barel dan 2027 US$ 75/barel. Goldman juga memperkirakan Brent bisa rata-rata mencapai US$ 110/barel pada Maret dan April.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 17% Sejak Perang Pecah, Ada Apa dengan Safe Haven Ini?

4. J.P. Morgan memperkirakan harga Brent rata-rata US$ 100/barel pada kuartal II-2026, kemudian US$ 90/barel pada kuartal III-2026, dan US$ 80/barel pada kuartal IV-2026.

5. Standard Chartered memperkirakan Brent rata-rata US$ 85,50/barel. Mereka juga memproyeksikan Brent rata-rata US$ 78/barel pada kuartal I-2026, dan naik menjadi US$ 98/barel pada kuartal II-2026.

6. Bank of America (BofA) memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 77,50/barel dan 2027 US$ 66/barel, sedangkan WTI 2026 diproyeksikan US$ 59/barel dan 2027 US$ 61/barel. BofA memperkirakan Brent rata-rata US$ 80/barel pada kuartal II-2026, namun turun menjadi rata-rata US$ 76/barel pada kuartal III-2026.

7. Barclays menaikkan proyeksi Brent 2026 menjadi US$ 85/barel dari sebelumnya US$ 65/barel. Namun Barclays memperingatkan jika Selat Hormuz membutuhkan waktu 4–6 minggu untuk kembali normal, Brent dapat naik hingga US$ 100/barel. Proyeksi Barclays mengasumsikan Selat Hormuz normal kembali dalam 2–3 minggu.

8. ANZ menaikkan proyeksi Brent kuartal I-2026 menjadi US$ 100/barel dari sebelumnya US$ 90/barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat, Ketidakpastian Gencatan Senjata Timur Tengah Jadi Pemicu

9. BMI memperkirakan Brent 2026 rata-rata US$ 70/barel dan 2027 juga US$ 70/barel, sementara WTI 2026 sebesar US$ 68/barel dan 2027 US$ 68/barel. BMI memperkirakan Brent rata-rata US$ 67/barel pada kuartal III-2026 dan US$ 69/barel pada kuartal IV-2026.

10. Citi memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 71/barel dan 2027 US$ 64/barel, sementara WTI 2026 US$ 68/barel dan 2027 US$ 61/barel. Citi memperkirakan Brent rata-rata US$ 75/barel pada kuartal I-2026, naik menjadi US$ 78/barel pada kuartal II-2026, dan turun menjadi US$ 68/barel pada kuartal III-2026.

11. HSBC memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 80/barel dan 2027 US$ 70/barel, sedangkan WTI 2026 US$ 76/barel dan 2027 US$ 67/barel. HSBC juga memperingatkan harga minyak dapat naik hingga US$ 150/barel atau lebih jika Selat Hormuz tetap ditutup selama beberapa pekan.

Tonton: Bahlil: Indonesia Kini Siap Longgarkan Kuota Tambang Jika Harga Tetap Tinggi

12. UBS memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 72/barel dan 2027 US$ 70/barel, sementara WTI 2026 diproyeksikan US$ 68/barel dan 2027 US$ 66/barel. UBS menilai harga bisa bergerak menuju di atas US$ 100/barel dan bahkan masuk ke wilayah US$ 120/barel atau lebih, jika aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap terganggu sehingga menyebabkan kerusakan permintaan (demand destruction) yang lebih parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News