Perang Iran Meletus, The Fed Diprediksi Baru Akan Pangkas Bunga di Bulan September



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel diyakini akan mengubah rencana The Fed untuk mengendurkan kebijakan moneternya. Goldman Sachs memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga seperempat poin pada bulan September dan Desember 2026.

Sebelumnya Goldman Sachs meramal The Fed akan memulai siklus pelonggaran bunga akan dimulai pada bulan Juni 2026, diikuti oleh penurunan lainnya pada bulan September.

Namun dengan perkembangan terbaru yakni meningkatnya risiko inflasi yang terkait dengan konflik di Timur Tengah, Goldman Sachs memperkirakan bunga The Fed baru akan turun bulan September 2026.


Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Brent ke US$ 100 Pasca Iran Tingkatkan Serangan Kapal di Teluk

Pasar keuangan global berada di bawah tekanan karena perang AS-Iran memicu kekhawatiran akan guncangan pasokan minyak, inflasi yang tinggi, dan prospek ekonomi yang tidak pasti.

"Pada bulan September, kami memperkirakan pelemahan pasar tenaga kerja lebih lanjut dan kemajuan pada inflasi inti akan berkontribusi pada alasan untuk penurunan suku bunga," kata Goldman dalam sebuah catatan pada Rabu (11/3/2026), seperti dikutip Reuters.

Goldman menambahkan penurunan suku bunga lebih awal tetap mungkin terjadi jika pasar tenaga kerja melemah lebih cepat dan lebih substansial dari yang diperkirakan.

Laporan pekerjaan AS bulan Februari yang lemah telah mempertahankan kekhawatiran akan pendinginan lebih lanjut di pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan PDB yang lebih lambat bersamaan dengan meningkatnya risiko geopolitik dapat meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal, kata para ahli strategi Goldman.

Perusahaan pialang tersebut menambahkan, jika pasar tenaga kerja melemah cukup untuk membenarkan penurunan suku bunga lebih awal, kekhawatiran tentang harga minyak yang lebih tinggi yang memicu inflasi atau ekspektasi inflasi kemungkinan tidak akan mencegah The Fed untuk melonggarkan kebijakan lebih cepat.

Para trader saat ini memperkirakan sekitar 41% kemungkinan bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September.

The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan kebijakan mendatang pada tanggal 17-18 Maret.

Baca Juga: AS Siapkan Tarif Baru? Indonesia dan 15 Negara Diselidiki