KONTAN.CO.ID - Dua belas hari setelah konflik perang antara AS-Israel dengan Iran pecah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalihkan fokus ke isu domestik dengan mengunjungi Kentucky, Rabu (11/3/2026), untuk mempromosikan rencana ekonominya. Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas biaya hidup. Perjalanan kampanye ini menjadi yang pertama bagi Trump sejak dimulainya operasi militer AS-Israel di Iran.
Baca Juga: Selat Hormuz Mencekam! 3 Kapal Diserang, Minyak Dunia Terancam? Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Trump untuk menegaskan pesan ekonominya menjelang pemilu sela November, ketika Partai Republik harus mempertahankan mayoritas tipis di kedua kamar Kongres AS. Trump dijadwalkan menyampaikan pidato di dua lokasi, yakni Kentucky Utara dan Cincinnati, Ohio. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt tidak menjelaskan alasan pemilihan lokasi tersebut. Namun wilayah Kentucky ini merupakan distrik dari anggota Kongres Republik Thomas Massie, seorang pengkritik Trump yang sering berbeda pendapat dengan partainya. Massie sebelumnya menuntut transparansi dari Departemen Kehakiman AS terkait arsip kasus almarhum pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Baca Juga: Ekonom Tiga Bank Besar Australia Prediksi Suku Bunga Naik Pekan Depan Trump telah mendukung kandidat Partai Republik yang akan menantang Massie dalam pemilihan pendahuluan (primary) Mei mendatang. Dalam pidatonya, Trump diperkirakan menekankan upayanya menurunkan biaya obat resep, yang menjadi sorotan bagi Partai Republik dalam merespons kekhawatiran ekonomi masyarakat. Namun, fokus Trump ke isu domestik sering tertutupi oleh kebijakan luar negeri, terutama perang di Iran yang mendorong kenaikan harga bensin. Menurut organisasi perjalanan AAA, harga bensin di Kentucky dan secara nasional naik rata-rata 61 sen dibandingkan bulan sebelumnya. Trump menulis di media sosial awal pekan ini bahwa “Harga minyak jangka pendek, yang akan turun cepat setelah ancaman nuklir Iran dihancurkan, adalah harga yang kecil untuk dibayar. HANYA ORANG BODOH YANG BERPIKIR LAIN!”
Baca Juga: Dua Drone Jatuh di Sekitar Bandara Internasional Dubai, Empat Orang Terluka Seorang pensiunan tukang las berusia 67 tahun di Union, Kentucky, Bill Kunkel, mengatakan kepada Reuters bahwa ia khawatir bagaimana perang di Iran dan program tarif Trump akan mempengaruhi wilayahnya yang dikenal sebagai pusat logistik dan manufaktur. “Saya memilih Trump karena dia akan mengeluarkan kita dari semua perang ini. Itu salah satu alasan saya setuju dengan Massie – ini tidak bisa menjadi perang selamanya,” ujar Kunkel, merujuk kritik Massie terhadap keputusan Trump memulai perang dengan Iran. Massie sendiri menyatakan menyambut kunjungan Trump ke distrik-nya, karena mereka memiliki banyak pendukung yang sama.
“Saya selalu berhati-hati untuk tidak menghina presiden. Jika ada perbedaan kebijakan, saya sampaikan secara tegas tanpa menyerang pribadi,” kata Massie. Trump mendukung Ed Gallrein, mantan perwira Navy SEAL dan petani yang disebut Trump “berkualitas tinggi,” untuk menantang Massie, yang disebut Trump “tidak dapat diandalkan.” Kampanye Gallrein mengonfirmasi bahwa ia akan hadir dalam acara Trump.
Baca Juga: Harga Aluminium Shanghai Naik 2%, Pasokan Global Terganggu KonflikTimur Tengah Larry Mazzuckelli, pensiunan pegawai pemerintah federal dan pengamat politik dari Union, Kentucky, mengatakan, “Ada ketidakpuasan yang meningkat terhadap Massie, sebagian karena dia tidak mendukung presiden.”