Perang Iran Menghambat Proyek LNG, Vietnam Pertimbangkan Pembangkit Listrik Batubara



KONTAN.CO.ID - HANOI. Pemerintah Vietnam sedang mempertimbangkan pembangunan lebih banyak pembangkit listrik tenaga batubara untuk memastikan dapat memenuhi kebutuhan energinya. Pasalnya, perang Iran semakin mempersulit perkembangan fasilitas LNG yang lambat.

Mengutip Reuters, Rabu (8/7/2026), Vietnam berupaya meningkatkan kapasitas pembangkit listriknya untuk mendukung pertumbuhan ekonominya yang pesat, dengan fokus pada energi terbarukan dan LNG.

"Dalam beberapa waktu terakhir, konflik yang terjadi di Timur Tengah telah berdampak pada keamanan pasokan LNG, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk memperkuat keamanan energi," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.


Baca Juga: Sepak Bola Eropa Raup Rp826 Triliun, Deloitte Prediksi Pertumbuhan Melambat

Pemerintah mengatakan bahwa mereka mungkin akan menyesuaikan rencana energi nasional untuk menambahkan lebih banyak energi yang dihasilkan dari batu bara ke dalam bauran energi.

Vietnam telah menetapkan target untuk memiliki armada pembangkit listrik tenaga LNG dengan kapasitas gabungan 22,5 gigawatt pada tahun 2030.

Sejauh ini, Vietnam baru mencapai 7,3% dari target tersebut, sebagian besar karena hambatan regulasi dan kurangnya minat investor, meskipun perang Iran juga telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pasokan LNG. 

Baca Juga: Iran Balas Serangan AS, Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait Jadi Sasaran

Berdasarkan rencana yang ada, Vietnam menargetkan total kapasitas terpasang dalam kisaran 183 hingga 236 GW pada tahun 2030, dengan pembangkit listrik tenaga batu bara menyumbang 13,1%-16,9% dari keseluruhan, dan LNG sebesar 9,5%-12,3%.

Menurut perusahaan utilitas negara EVN, produksi listrik pada semester pertama tahun ini meningkat 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 171,5 miliar kilowatt jam, dengan pembangkit listrik tenaga batubara menyumbang 54,5% dari produksi tersebut.