KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, mulai berdampak luas pada industri teknologi global. Gangguan rantai pasok bahan baku penting telah mendorong kenaikan harga printed circuit board (PCB), komponen utama dalam hampir seluruh perangkat elektronik. Sumber industri dan para eksekutif menyebutkan bahwa lonjakan harga PCB ini menjadi pukulan baru bagi produsen elektronik yang sebelumnya sudah terbebani oleh kenaikan harga chip memori. Dampak konflik kini meluas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga bahan baku industri seperti plastik dan komponen elektronik.
Gangguan Pasokan dari Timur Tengah
Salah satu pemicu utama adalah serangan Iran terhadap kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi pada awal April. Serangan tersebut menghentikan produksi resin polyphenylene ether (PPE) berkualitas tinggi, bahan krusial dalam pembuatan laminasi PCB.
Baca Juga: Hyundai dan TVS Berkolaborasi, Siap Garap Pasar Kendaraan Listrik Roda Tiga di India Perusahaan petrokimia raksasa SABIC yang menguasai sekitar 70% pasokan global PPE berkualitas tinggi, hingga kini belum mampu memulihkan produksi di fasilitas tersebut. Kondisi ini menyebabkan pasokan bahan baku semakin ketat di pasar global. Selain itu, aktivitas pengiriman di kawasan Teluk juga terganggu akibat konflik, memperburuk kelangkaan material.
Harga PCB Melonjak Tajam
Harga PCB sebenarnya sudah mengalami tren kenaikan sejak akhir tahun lalu, didorong oleh tingginya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI). Namun, sejak Maret 2026, kenaikan menjadi semakin tajam seiring upaya produsen mengamankan pasokan bahan baku. Analis Goldman Sachs mencatat bahwa harga PCB melonjak hingga 40% pada April dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, penyedia layanan cloud diperkirakan masih bersedia menerima kenaikan harga lebih lanjut karena permintaan diproyeksikan terus melampaui pasokan dalam beberapa tahun ke depan. Menurut laporan Prismark, industri PCB global diperkirakan tumbuh 12,5% hingga mencapai nilai US$95,8 miliar pada 2026.
Produsen Mulai Naikkan Harga
Produsen PCB asal Korea Selatan, Daeduck Electronics, telah memulai pembicaraan dengan pelanggan terkait kenaikan harga. Perusahaan ini memasok komponen ke sejumlah raksasa teknologi seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan AMD.
Baca Juga: Bank of England Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Waspadai Dampak Perang Iran Seorang eksekutif senior perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa fokus kini beralih dari memenuhi permintaan pelanggan menjadi mengamankan pasokan dari pemasok. Waktu tunggu untuk bahan kimia seperti resin epoksi bahkan melonjak dari tiga minggu menjadi 15 minggu.
Kenaikan Biaya Bahan Baku
Selain PPE, kelangkaan juga terjadi pada bahan penting lainnya seperti serat kaca dan foil tembaga. Harga foil tembaga tercatat naik hingga 30% sepanjang tahun ini, dengan lonjakan signifikan sejak Maret. Perusahaan pemasok PCB asal China, Victory Giant Technology, menyebutkan bahwa tembaga menyumbang sekitar 60% dari total biaya bahan baku produksi PCB. Perusahaan ini juga telah memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat terus mendorong kenaikan harga material utama. Sebagai gambaran, harga PCB multilayer saat ini mencapai sekitar 1.394 yuan per meter persegi, sementara model kelas atas untuk server AI bisa mencapai 13.475 yuan per meter persegi.