Perang Iran Picu Lonjakan Kelaparan Global, 45 Juta Orang Terancam



KONTAN.CO.ID - JENEWA. Perang yang melibatkan Iran berpotensi memperburuk krisis pangan global.

Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan, hingga Juni 2026, sekitar 45 juta orang tambahan bisa terdorong ke kondisi kelaparan akut jika konflik terus berlanjut.

Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran sejak akhir Februari 2026 disebut telah mengganggu jalur distribusi bantuan kemanusiaan. Dampaknya, pengiriman bantuan penting ke sejumlah wilayah krisis dunia menjadi terhambat.


Baca Juga: Turki: Sistem Patriot AS Dikerahkan untuk Perkuat Pertahanan Udara Saat Perang Iran

Wakil Direktur Eksekutif WFP Carl Skau menyebut lonjakan harga pangan, minyak, dan biaya pengiriman menjadi faktor utama yang memperparah situasi.

Kondisi ini diperkirakan akan mendorong total jumlah orang yang mengalami kelaparan akut secara global melampaui rekor saat ini yang mencapai 319 juta jiwa.

“Ini akan membawa tingkat kelaparan global ke level tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Skau.

Ia menambahkan, sebelum konflik ini pun dunia sudah berada dalam tekanan berat terkait krisis pangan.

“Kita sudah berada dalam situasi yang sangat rentan, dan perang ini memperburuknya,” katanya.

Baca Juga: Trump Ancam Eskalasi Perang Iran, tapi Sebut Konflik Bisa Segera Berakhir

Dari sisi logistik, biaya pengiriman global dilaporkan naik sekitar 18% sejak konflik dimulai. Sejumlah rute distribusi juga terpaksa dialihkan, yang semakin memperlambat penyaluran bantuan.

Di saat bersamaan, kemampuan WFP untuk merespons krisis juga tertekan akibat pemangkasan anggaran.

Skau mengungkapkan, banyak negara donor kini lebih memprioritaskan belanja pertahanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Baca Juga: Nasib Trump di Ujung Tanduk: Konflik Iran Picu Kekacauan Timur Tengah

Jika kondisi ini terus berlanjut, krisis pangan global dikhawatirkan akan semakin dalam, dengan jutaan orang tambahan menghadapi risiko kelaparan dalam waktu dekat.