Perang Israel-Hamas di Gaza Belum Ada Tanda-tanda Mereda Meski Sudah Masuk Ramadan



KONTAN.CO.ID - JALUR GAZA. Perang paling mematikan di Gaza tidak menunjukkan tanda-tanda mereda ketika bulan suci Ramadan dimulai pada Senin 11 Maret di tengah krisis kemanusiaan yang sangat melelahkan yang telah mendorong sebagian besar wilayah tersebut ke ambang kelaparan.

PBB dan kelompok-kelompok bantuan mengatakan hanya sebagian kecil dari pasokan yang dibutuhkan untuk 2,4 juta penduduk Gaza yang diizinkan masuk sejak Israel hampir mengepungnya setelah serangan 7 Oktober.

Ketika dunia Muslim menyambut Ramadan dengan puasa seperti biasa di siang hari, banyak warga Gaza yang terbangun karena pemboman yang membuat warga sekali lagi mencari korban selamat dan jenazah di antara puing-puing rumah yang hancur.


Baca Juga: Bela Palestina, 1.000 Pengunjuk Rasa Berkumpul di Hollywood Jelang Oscar

“Awal Ramadan sangat menyedihkan dan diselimuti kegelapan, dengan rasa dan bau darah di mana-mana,” kata seorang pengungsi Palestina, Awni al-Kayyal, 50 tahun.

“Pendudukan (Israel) tidak ingin kami merasakan kegembiraan selama Ramadan. Kami tidak memiliki makanan apa pun untuk berbuka puasa,” katanya.

Seorang juru bicara pemerintah Siprus mengatakan sebuah kapal amal Spanyol yang membawa bantuan makanan akan berlayar dari pulau itu dalam beberapa jam ke pesisir Jalur Gaza, tempat PBB telah berulang kali memperingatkan akan terjadinya kelaparan.

Kelompok non-pemerintah Open Arms mengatakan kapal mereka akan menarik tongkang berisi 200 ton makanan, yang nantinya akan dibongkar oleh mitranya, badan amal AS, World Central Kitchen, di pantai Gaza.

Sementara itu, pertempuran berkecamuk di seluruh Gaza, dengan militer Israel melaporkan bahwa pasukannya membunuh 15 militan dalam pertempuran jarak dekat, serangan penembak jitu, dan serangan udara.

Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza Masih Belum Tercapai Jelang Ramadan

Ia menambahkan bahwa beberapa anggota Hamas ditangkap dalam penggerebekan di rumah-rumah di Gaza selatan, sementara para saksi melaporkan bentrokan sengit di beberapa daerah sepanjang malam.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 67 orang tewas dalam 24 jam terakhir.

Kantor media pemerintah Hamas mengatakan secara terpisah bahwa lebih dari 40 serangan udara menargetkan rumah-rumah di Khan Yunis, Kota Gaza dan daerah lainnya.

 
 
 
 
 
Editor: Handoyo .