KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik global yang tak kunjung mereda mulai mengirimkan sinyal bahaya bagi keberlangsungan proyek infrastruktur di Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memberikan peringatan dini mengenai potensi lonjakan harga dua komoditas vital, besi dan semen. Meskipun saat ini kurva harga masih terpantau landai, pemerintah meyakini bahwa kenaikan hanya tinggal menunggu waktu.
Antisipasi Eskalasi Kontrak
Dody menegaskan, akan terus memantau pergerakan harga lebih ketat guna menyiapkan langkah mitigasi jika situasi memburuk. "Sementara ini memang belum ada kenaikan, tapi saya yakin nanti akan ada. Jika harga-harga, terutama besi dan semen, naik tinggi, kami akan melakukan eskalasi kontrak. Nanti akan kami sampaikan kepada publik pada waktu yang tepat," tegas Dody, dikutip Kompas.com, Senin (6/4/2026). Menurut Dody, opsi eskalasi kontrak alias penyesuaian nilai kontrak akibat kenaikan harga yang tidak wajar, menjadi "pelampung" agar proyek strategis nasional (PSN) tidak mangkrak akibat ketidaksanggupan finansial penyedia jasa konstruksi.
Berdasarkan pemantauan pasar per April 2026, harga material bangunan masih berada pada rentang normal, namun menunjukkan tren penguatan tipis di tingkat distributor. Berikut adalah estimasi harga rata-rata yang berlaku: Besi Beton Polos - Per Batang (12 meter): Rp 85.000-Rp 115.000
- Per Batang (12 meter): Rp 120.000-Rp 165.000
- Per Sak (50 kg): Rp 72.000-Rp 82.000